Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
ADV CEREMONIAL

Hari Radio Sedunia 2026, Khofifah Ajak Insan Radio Adaptif AI Tanpa Tinggalkan Etika dan Kepercayaan Publik

32
×

Hari Radio Sedunia 2026, Khofifah Ajak Insan Radio Adaptif AI Tanpa Tinggalkan Etika dan Kepercayaan Publik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id – Memperingati Hari Radio Sedunia (World Radio Day) 2026 yang jatuh pada Jumat (13/2/2026), Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh insan radio untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), tanpa mengesampingkan etika jurnalistik dan kepercayaan publik.

Peringatan global tahun ini mengusung tema “Radio and Artificial Intelligence: Innovations that Empower, Ethics that Inspire, Trust that Endures.”

Dalam siaran tertulis Biro Adpim Setdaprov Jatim, Khofifah menegaskan bahwa di tengah disrupsi digital dan derasnya arus informasi, radio tetap menjadi medium yang dipercaya masyarakat, terutama dalam kondisi darurat, di wilayah terpencil, maupun bagi komunitas yang membutuhkan informasi cepat dan akurat.

“Radio bukan sekadar medium penyiaran, tetapi ruang dialog publik yang membangun kedekatan, menghadirkan edukasi, dan menjaga kohesi sosial,” ujarnya di Surabaya.


AI Buka Peluang, Etika Tetap Fondasi

Menurut Khofifah, kehadiran teknologi AI membuka peluang besar dalam dunia penyiaran, mulai dari analisis data pendengar, penguatan konten edukatif, personalisasi siaran, hingga distribusi informasi yang lebih efektif.

Namun, ia mengingatkan bahwa inovasi harus berjalan seiring dengan tanggung jawab etis.

“Teknologi dapat meningkatkan kreativitas dan efisiensi, tetapi kepercayaan publik hanya dapat dibangun melalui integritas manusia di baliknya. Etika, akurasi, dan keberimbangan informasi harus tetap menjadi fondasi utama,” tegasnya.

Ia menilai radio memiliki keunggulan yang tidak sepenuhnya dapat digantikan oleh mesin, yakni suara manusia, empati, dan kedekatan emosional dengan pendengar.


Radio sebagai Jangkar Kepercayaan Publik

Khofifah menekankan tantangan utama media saat ini adalah menjaga kualitas dan kredibilitas di tengah arus informasi yang sangat cepat. Radio, menurutnya, harus tetap menjadi rujukan masyarakat untuk memperoleh informasi yang mencerahkan, menenangkan, dan terpercaya.

Dalam momentum Hari Radio Sedunia 2026, ia juga menyampaikan apresiasi kepada radio lokal dan radio komunitas di Jawa Timur yang aktif menyebarluaskan informasi pembangunan, edukasi kebencanaan, literasi kesehatan, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Sebagai bagian dari peringatan tersebut, Khofifah bersama jajaran OPD Pemerintah Provinsi Jawa Timur, di antaranya Dinas Kominfo, Biro Adpim, dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, mengunjungi Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Surabaya dan berdiskusi dengan kru redaksi siaran.

Ia berharap radio terus menjadi media yang memberdayakan, menginspirasi etika komunikasi, serta menjaga kepercayaan masyarakat dalam perjalanan pembangunan bangsa. *