JAKARTA | Sentrapos.co.id – Momen penuh haru terjadi saat penyanyi Denada akhirnya bertemu dengan putra kandungnya, Ressa Rossano, dalam sebuah pertemuan emosional di kawasan Jakarta Selatan, Kamis (19/3/2026).
Pertemuan yang berlangsung hampir lima jam tersebut menjadi kado spesial di momen Idul Fitri, setelah sekian lama hubungan ibu dan anak itu terpisah.
Sahabat sekaligus perwakilan manajemen Denada, Risna Ories, mengungkapkan suasana haru yang menyelimuti pertemuan tersebut.
“Saat Denada membuka pintu dan melihat Ressa, keduanya langsung menangis. Mereka saling bersalaman lalu berpelukan sangat lama,” ungkap Risna.
Tangis Haru Pecah di Pertemuan Perdana
Dalam pertemuan itu, Ressa disebut langsung menunjukkan rasa hormat dengan mencium tangan Denada. Momen tersebut bahkan membuat orang-orang di sekitarnya ikut terharu.
“Ressa ambil tangan Denada lalu mencium. Itu momen yang sangat indah, sampai kami yang melihat ikut terbawa haru,” lanjut Risna.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh kakak Ressa, Sheila, serta seorang psikolog, Intan Erlita, untuk mendampingi proses emosional keduanya.
Bangun Ikatan Baru: ‘Ibu’ dan ‘Nang’
Dalam suasana hangat, Denada dan Ressa mulai membangun kembali hubungan mereka dengan panggilan baru yang sarat makna.
Denada kini dipanggil “Ibu”, sementara ia menyapa Ressa dengan panggilan “Nang”.
“Ibu siap, Ibu kamu mau apa Nang?” ucap Denada kepada Ressa, yang kemudian dijawab dengan penuh kehangatan.
Interaksi sederhana tersebut menjadi simbol awal dari hubungan yang kembali terjalin setelah sekian lama terpisah.
Tinggalkan Konflik, Fokus pada Ikatan Batin
Meski sebelumnya sempat terjadi polemik hukum terkait pengakuan anak, pertemuan tersebut berlangsung tanpa membahas konflik.
Keduanya memilih fokus pada membangun kembali ikatan emosional sebagai ibu dan anak.
“Tidak ada dendam, tidak ada rasa marah. Ini benar-benar obrolan ibu dan anak. Denada merasa lega karena beban yang disimpan bertahun-tahun akhirnya lepas,” jelas Risna.
Latar Belakang Polemik
Kasus ini sebelumnya mencuat ke publik setelah Ressa mengajukan gugatan pengakuan anak ke Pengadilan Negeri Banyuwangi pada November 2025.
Meski proses mediasi belum mencapai kesepakatan, Denada akhirnya mengonfirmasi bahwa Ressa adalah anak biologisnya, membuka jalan bagi pertemuan penuh haru tersebut.
Momen Lebaran yang Penuh Makna
Pertemuan ini menjadi simbol rekonsiliasi keluarga dan bukti bahwa hubungan darah tetap memiliki kekuatan untuk menyatukan kembali.
Momentum Idul Fitri pun menjadi waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan memulai lembaran baru. (*)




















