Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWAVIRAL

Hendrik Irawan Batal Polisikan Netizen Usai Viral Flexing Rp6 Juta, Minta Maaf ke Prabowo & Akui Emosi

14
×

Hendrik Irawan Batal Polisikan Netizen Usai Viral Flexing Rp6 Juta, Minta Maaf ke Prabowo & Akui Emosi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDUNG BARAT | Sentrapos.co.id — Polemik viral yang menyeret nama Hendrik Irawan, mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, akhirnya berujung damai. Hendrik memutuskan tidak melanjutkan rencana pelaporan terhadap warganet yang sempat ia pertimbangkan.

Keputusan tersebut diambil setelah dirinya mengaku tersulut emosi akibat gelombang hujatan yang muncul dari viralnya video lama yang menampilkan aksi joget serta klaim penghasilan hingga Rp6 juta per hari dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Tidak dilanjutkan saja, kemarin itu mungkin karena saya lagi tersulut emosi dan kaget karena konten lama saya diviralkan kembali,” ujar Hendrik, Jumat (27/3/2026).

Hendrik menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi yang diajukan ke pihak kepolisian, meskipun sempat diarahkan untuk melapor ke Polda Jawa Barat.

“Bukan dicabut, memang belum ada laporan, jadi tidak dilanjutkan,” tegasnya.

Selain membatalkan langkah hukum, Hendrik juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, masyarakat, dan warganet.

Ia mengakui bahwa konten yang menampilkan gaya hidup atau flexing penghasilan tersebut menimbulkan persepsi negatif dan kegaduhan di tengah publik.

“Saya mohon maaf kepada Presiden Prabowo Subianto dan masyarakat. Ini jadi pelajaran bagi saya untuk lebih bijak dalam bermedia sosial,” ucapnya.

Hendrik menjelaskan bahwa angka penghasilan yang disampaikan sebenarnya merujuk pada petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN), namun ia mengakui cara penyampaiannya kurang tepat.

Dalam klarifikasinya, Hendrik juga mengungkap dampak besar dari polemik tersebut, termasuk dihentikannya operasional dapur SPPG Pangauban untuk sementara waktu.

Ia menyebut, keputusan tersebut berdampak pada puluhan hingga ratusan relawan yang sebelumnya terlibat dalam program penyediaan makanan bergizi.

“Dengan kondisi ini, banyak relawan yang terdampak. Ini menjadi pelajaran besar bagi saya,” ujarnya.

Di sisi lain, sorotan publik juga tertuju pada sosok pengusaha Khairul Umam atau Haji Her, yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial di Pamekasan.

Berbeda dengan kontroversi yang terjadi, Haji Her justru menuai apresiasi setelah menggelontorkan bantuan hingga Rp45 miliar menjelang Idul Fitri, yang disalurkan kepada ribuan anak yatim dan warga kurang mampu.

Langkah kontras ini menjadi refleksi penting bagi publik tentang pemanfaatan media sosial dan implementasi program sosial secara bijak dan berdampak langsung bagi masyarakat.


Poin Utama Berita

  • Hendrik Irawan batal melaporkan netizen meski sempat emosi
  • Viral video lama joget dan klaim penghasilan Rp6 juta picu hujatan
  • Hendrik minta maaf ke Prabowo dan masyarakat
  • Akui kesalahan dalam cara penyampaian konten
  • Operasional SPPG Pangauban dihentikan sementara
  • Puluhan hingga ratusan relawan terdampak
  • Aksi sosial Haji Her jadi sorotan kontras di tengah polemik