JAKARTA | Sentrapos.co.id — Isu dugaan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK), sebagai pendana kasus ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo kembali memanas. Ahli Digital Forensik, Rismon Sianipar, membantah keras tudingan tersebut.
Pengacara Rismon, Jahmada Girsang, menegaskan kliennya tidak pernah menyebut nama JK dalam konteks apapun. Menurutnya, video yang beredar luas di media sosial merupakan hasil manipulasi Artificial Intelligence (AI).
“Itu olahan AI semua ya, Rismon tidak pernah sebut nama Pak JK,” ujar Jahmada kepada wartawan, Minggu (5/4).
Jahmada menambahkan, pernyataan yang dipersoalkan JK adalah hoaks, dan ia enggan memberikan komentar terkait rencana pelaporan JK terhadap Rismon.
Sementara itu, JK menegaskan dirinya tidak terlibat dalam polemik isu ijazah Jokowi, maupun terkait Roy Suryo atau Tifauziah Tyassuma Cs. Beberapa informasi yang beredar menyebut JK memberikan dana Rp5 miliar adalah tidak benar sama sekali.
“Saya katakan itu pasti dan yakin tidak benar,” tegas JK saat konferensi pers di kediamannya, Jakarta, Minggu (5/4).
JK memastikan pelaporan ke Bareskrim Polri akan dilakukan melalui pengacara resmi untuk meluruskan isu tersebut.
Dengan demikian, klarifikasi dari kedua pihak menegaskan bahwa isu pendanaan kasus ijazah palsu Jokowi oleh JK adalah hoaks yang disebar melalui konten digital manipulatif. (*)
Poin Utama Berita
- Ahli digital forensik Rismon Sianipar membantah menyebut JK sebagai pendana kasus ijazah Jokowi.
- Video yang beredar di media sosial diklaim hasil rekayasa AI.
- Pengacara Rismon, Jahmada Girsang, menegaskan tudingan itu hoaks.
- JK memastikan dirinya tidak terlibat dalam polemik isu ijazah Jokowi maupun Roy Suryo.
- Pelaporan ke Bareskrim Polri dilakukan untuk meluruskan isu hoaks.

















