Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor, Jalur Vital Bandung–Prigi Trenggalek Putus Total

17
×

Hujan Deras Picu Banjir dan Longsor, Jalur Vital Bandung–Prigi Trenggalek Putus Total

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TRENGGALEK | Sentrapos.co.id — Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Jawa Timur selama lebih dari lima jam memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah titik di Trenggalek dan Tulungagung, Kamis. Dampak terparah terjadi pada jalur utama Bandung–Prigi, yang tertimbun longsor dan putus total.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi Atmono, menjelaskan longsor terjadi di ruas jalan penghubung Kecamatan Bandung, Tulungagung menuju Kecamatan Watulimo, Trenggalek. Material longsor berupa lumpur dan tanah menutup badan jalan sepanjang sekitar 50 meter.

“Untuk sementara jalur ini putus total, karena ketebalan material longsor lebih dari setengah meter,” ujar Triadi.

Akses Dialihkan, Enam Rumah Warga Terdampak

Akibat longsor tersebut, akses menuju Kecamatan Watulimo dialihkan melalui Jalur Lintas Selatan (JLS) via Kecamatan Besuki, Tulungagung. Selain memutus jalur vital, material longsor juga masuk ke enam rumah warga di sekitar lokasi kejadian.

“Lumpur masuk ke rumah warga dengan ketinggian sekitar 30 sentimeter,” jelas Triadi.

Pemerintah Kabupaten Trenggalek telah mengerahkan alat berat ke lokasi untuk mempercepat proses pembersihan. BPBD menargetkan jalur Bandung–Prigi dapat kembali dilalui malam ini, mengingat perannya yang sangat penting bagi mobilitas warga Watulimo dan sekitarnya.

“Ini jalur vital masyarakat, sehingga penanganan kami prioritaskan,” tegasnya.

Banjir Rendam Trenggalek dan Tulungagung

Selain longsor, banjir juga terjadi di Trenggalek, tepatnya di Jalan Raya Gandusari–Kampak, Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari. Genangan air sempat mengganggu arus lalu lintas, namun kini dilaporkan sudah mulai surut.

“Tadi sempat menghambat lalu lintas, sekarang kondisinya sudah surut,” kata Triadi.

Sementara di Tulungagung, banjir melanda sejumlah desa, di antaranya Desa Besole, Gamping, Tunggangri, dan Besuki. Ketinggian air bervariasi, mulai 50 sentimeter hingga lebih dari satu meter, dan merendam permukiman warga serta akses jalan utama.

“Kami masih terus melakukan pendataan. Di beberapa titik, air sempat masuk ke dalam rumah warga,” ujar Sudarmaji, petugas di lapangan.

Warga Mulai Bersih-Bersih, BPBD Tetap Siaga

Banjir dan longsor dipicu oleh intensitas hujan tinggi sejak sore hari, yang menyebabkan limpasan air dari lereng pegunungan mengalir deras ke wilayah permukiman.

“Beberapa lokasi sudah mulai surut. Kami berharap kondisi segera pulih seluruhnya,” tambah Sudarmaji.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Besuki Ipda DC Subagyo menyampaikan bahwa banjir di Desa Besuki dan Besole telah surut. Warga kini bergotong royong membersihkan sisa lumpur dan material banjir dari rumah masing-masing.

“Alhamdulillah sudah surut, warga mulai melakukan pembersihan secara mandiri,” ujarnya.

BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan, mengingat kondisi tanah yang masih labil dan berisiko menimbulkan longsor lanjutan. (*)

Example 300250