MALANG | Sentrapos.co.id — Fenomena hujan es yang sempat terjadi di Kota Malang, Jawa Timur, pada Kamis siang, sempat mengejutkan warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang pun langsung mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam menyikapi kejadian tersebut.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Malang, Prayitno, menjelaskan bahwa hujan es merupakan fenomena alam yang wajar terjadi, terutama saat masa peralihan musim seperti saat ini.
“Kondisi ini terjadi pada masa peralihan musim. Jadi masyarakat tidak perlu panik,” ujar Prayitno.
Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan es merupakan bagian dari dinamika cuaca tropis, khususnya saat kondisi atmosfer dalam keadaan labil.
Secara umum, hujan es di Indonesia memiliki karakteristik berlangsung singkat, yakni antara lima hingga 15 menit, dengan ukuran butiran es kecil hingga sedang.
Fenomena ini biasanya diawali perubahan cuaca drastis, seperti suhu udara yang tiba-tiba menjadi lebih dingin.
Selain itu, hujan es hampir selalu disertai dengan hujan deras, angin kencang, dan petir yang meningkatkan potensi risiko cuaca ekstrem.
BPBD menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap fenomena ini agar tidak terjadi kesalahpahaman atau kepanikan yang berlebihan.
“Pemahaman yang baik penting agar masyarakat tidak salah menafsirkan fenomena ini sebagai kejadian yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah,” tegasnya.
Meski tergolong wajar, masyarakat tetap diminta untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu selama masa pancaroba.
Sementara itu, seorang warga Jalan Sulfat, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Pratama, mengaku sempat terkejut saat hujan es terjadi sekitar pukul 13.00 WIB.
“Sempat kaget karena terdengar suara seperti kerikil jatuh. Setelah dilihat, ternyata butiran es,” ungkapnya.
Ia memperkirakan hujan es tersebut hanya berlangsung singkat, sekitar lima menit, sebelum kembali menjadi hujan biasa.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih memahami fenomena cuaca serta meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah perubahan musim yang kerap memicu kondisi atmosfer tidak stabil. (*)
Poin Utama Berita
- Hujan es terjadi di Kota Malang, warga sempat panik
- BPBD: fenomena wajar saat peralihan musim (pancaroba)
- Durasi hujan es singkat, sekitar 5–15 menit
- Didahului suhu dingin, disertai hujan deras dan angin
- BMKG sebut fenomena akibat atmosfer labil
- Warga diminta tetap waspada terhadap cuaca ekstrem

















