Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISOTOMOTIF

IIMS 2026 Catat Transaksi Rp8,7 Triliun, Mobil Listrik Kuasai 36 Persen Penjualan

54
×

IIMS 2026 Catat Transaksi Rp8,7 Triliun, Mobil Listrik Kuasai 36 Persen Penjualan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | SENTRAPOS.CO.ID – Gelaran Indonesia International Motor Show 2026 (IIMS) yang berlangsung pada 5–15 Februari 2026 mencatat total transaksi sebesar Rp8,7 triliun. Dari angka tersebut, kontribusi mobil listrik atau electric vehicle (EV) mencapai 36 persen, jauh melampaui pangsa pasar EV nasional sepanjang 2025 yang berada di kisaran 12 persen.

Project Manager Dyandra Promosindo, Rudi MF, menjelaskan bahwa komposisi transaksi IIMS 2026 masih didominasi segmen mobil.

“Dari Rp8,7 triliun itu, sekitar 14 persen motor, sisanya mobil. Jadi tetap dominan mobil, di atas 80 persen,” ujarnya, Jumat (28/2/2026).

Nilai Transaksi Naik Rp700 Miliar

Secara nominal, total transaksi IIMS 2026 meningkat sekitar Rp700 miliar dibandingkan tahun sebelumnya. Nilai tersebut bahkan belum termasuk transaksi dari segmen boating (perahu/kapal) yang diperkirakan menyumbang lebih dari Rp500 miliar, dengan rekap resmi menyusul dua pekan setelah pameran berakhir.

Rudi menambahkan, mayoritas pembeli berasal dari segmen ritel (business-to-consumer/B2C), sejalan dengan karakter pameran. Momentum menjelang Lebaran turut menjadi faktor pendorong peningkatan pembelian kendaraan untuk kebutuhan mudik.

EV Serap Rp2,5 Triliun

Menariknya, dari total transaksi mobil yang mencapai lebih dari 80 persen nilai pameran, sekitar 36 persen merupakan kendaraan listrik. Jika dikalkulasikan, nilai transaksi EV di IIMS 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp2,5 triliun.

“Tahun lalu juga di angka 30-an persen. Di pameran Jakarta serapannya 36 persen, padahal secara nasional mungkin hanya sekitar 12 persen,” jelas Rudi.

Fenomena ini menunjukkan bahwa ajang pameran otomotif menjadi katalis kuat bagi adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Infrastruktur Jadi Penentu

Rudi menyebutkan, sejumlah penyelenggara otomotif internasional turut memantau tren ini. Di Thailand, misalnya, penjualan EV dalam pameran sudah menembus di atas 40 persen, didukung kesiapan infrastruktur yang lebih matang.

Lonjakan kontribusi EV di IIMS 2026 menegaskan bahwa minat masyarakat terhadap mobil listrik cukup tinggi. Namun, penetrasi di pasar nasional masih bergantung pada kesiapan ekosistem, termasuk stasiun pengisian daya, insentif pemerintah, serta harga yang kompetitif.

Momentum Transisi Energi

Capaian ini menjadi sinyal positif bagi industri otomotif nasional dalam mendorong transisi energi dan pengurangan emisi karbon. Pameran otomotif tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga ruang edukasi dan percepatan transformasi kendaraan ramah lingkungan di Indonesia.

Dengan tren pertumbuhan yang konsisten, mobil listrik berpotensi menjadi tulang punggung industri otomotif nasional dalam beberapa tahun mendatang.