Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNISNASIONAL

Bahlil: Impor Minyak dari AS Mulai Berjalan, Indonesia Alihkan Ketergantungan dari Timur Tengah

41
×

Bahlil: Impor Minyak dari AS Mulai Berjalan, Indonesia Alihkan Ketergantungan dari Timur Tengah

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Pemerintah Indonesia mulai mengalihkan impor minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke Amerika Serikat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan proses impor tersebut kini telah mulai berjalan secara bertahap.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

“Sekarang sudah mulai berjalan. Bertahap ya, bertahap,” ujar Bahlil Lahadalia kepada wartawan di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Impor Dilakukan Bertahap

Bahlil menjelaskan, pengalihan impor minyak tidak bisa dilakukan sekaligus. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan kapasitas penyimpanan minyak mentah di Indonesia.

Menurutnya, infrastruktur penyimpanan saat ini belum memadai untuk menampung impor minyak dalam jumlah besar secara langsung.

Selain mengalihkan impor dari Timur Tengah ke Amerika Serikat, pemerintah juga merespons dinamika konflik geopolitik global yang berpotensi memengaruhi pasokan energi dunia.

Pemerintah Percepat Pembangunan Storage Minyak

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah berencana mempercepat pembangunan fasilitas penyimpanan minyak mentah (storage) untuk memperkuat cadangan energi nasional.

Saat ini, kapasitas cadangan minyak Indonesia hanya mampu bertahan sekitar 25 hingga 26 hari. Pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas hingga 90 hari, sesuai dengan standar ketahanan energi internasional.

“Saya sudah melaporkan kepada Bapak Presiden dan Bapak Presiden memberikan arahan agar segera dibangun. Supaya apa, kita ini butuh survival,” tegas Bahlil.

Pembangunan fasilitas storage tersebut rencananya akan berlokasi di wilayah Sumatra. Saat ini proyek tersebut telah memasuki tahap studi kelayakan (feasibility study) sebelum memasuki fase konstruksi.

Dampak Konflik Timur Tengah

Pengalihan impor minyak juga dipicu meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah setelah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap sejumlah target di Iran.

Serangan tersebut memicu eskalasi konflik setelah Iran membalas dengan meluncurkan rudal ke Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan menyatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan pada 1 Maret 2026. Kabar tersebut kemudian dikonfirmasi oleh televisi pemerintah Iran.

Selat Hormuz Terancam Tertutup

Media Iran juga melaporkan bahwa Selat Hormuz telah “secara efektif” ditutup akibat eskalasi konflik tersebut. Meski demikian, hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai blokade formal jalur strategis tersebut.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia.

Sekitar seperlima perdagangan minyak global melewati selat tersebut, termasuk ekspor gas alam cair (LNG) dalam jumlah besar dari Qatar dan Uni Emirat Arab.

Kondisi geopolitik tersebut membuat banyak negara, termasuk Indonesia, mulai menyiapkan langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional. (*)