Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
SHOWBIZ

Jelang Lebaran 2026, Inara Rusli Pilih Berdamai: Minta Maaf ke Pihak yang Berseteru

62
×

Jelang Lebaran 2026, Inara Rusli Pilih Berdamai: Minta Maaf ke Pihak yang Berseteru

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Inara Rusli mengambil langkah bijak dengan memilih berdamai atas berbagai persoalan yang dihadapinya. Ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang sebelumnya terlibat konflik dengannya.

Permintaan maaf tersebut ditujukan kepada Wardatina Mawa, Insanul Fahmi, serta keluarga besar yang terkait dalam persoalan hukum yang sempat mencuat.

“Dengan segala kerendahan hati, aku menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin untuk semuanya,” ujar Inara Rusli di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026).

Refleksi Diri Jelang Lebaran

Inara mengungkapkan bahwa momen Lebaran menjadi waktu yang tepat untuk membersihkan diri dari beban konflik serta memperbaiki hubungan dengan sesama.

Ia juga menyadari bahwa kehidupan manusia penuh ketidakpastian, sehingga memaafkan dan meminta maaf menjadi hal penting.

“Kita tidak pernah tahu umur sampai kapan. Bisa saja sebentar lagi kita dipanggil. Jadi lebih baik saling memaafkan,” tuturnya.

Menurutnya, sikap rendah hati jauh lebih bermakna dibandingkan mempertahankan ego dalam konflik yang berkepanjangan.

Pilih Damai daripada Penyesalan

Inara menegaskan bahwa keputusannya untuk meminta maaf bukan bentuk kelemahan, melainkan upaya menghindari penyesalan di kemudian hari.

“Daripada terlambat dan menyesal, lebih baik disampaikan sekarang. Minta maaf bukan berarti merendahkan diri,” jelasnya.

Ia mengaku ingin menjalani hidup dengan hati yang lebih tenang tanpa beban kebencian maupun dendam.

Harapan Hidup Tenang Tanpa Dendam

Selain itu, Inara juga memanjatkan doa agar diberikan kelapangan hati dan dijauhkan dari rasa permusuhan.

“Aku minta sama Allah supaya dilapangkan hati, tidak ada kebencian dan dendam. Karena ketenangan itu ketika kita hidup tanpa beban di hati,” pungkasnya.

Langkah Inara Rusli ini dinilai sebagai contoh refleksi diri dan kedewasaan dalam menghadapi konflik, khususnya di momen suci menjelang Idulfitri.