Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
SOSIAL POLITIK

Indonesia Resmi Bergabung Board of Peace, Tegaskan Komitmen Perdamaian Palestina dan Rehabilitasi Gaza

67
×

Indonesia Resmi Bergabung Board of Peace, Tegaskan Komitmen Perdamaian Palestina dan Rehabilitasi Gaza

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen aktif dalam mendorong perdamaian Palestina dengan bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian, sebuah badan internasional yang dibentuk untuk mengawal stabilisasi, administrasi, dan rehabilitasi pascakonflik di Gaza.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam keterangannya di Bad Ragaz, Swiss, Jumat (23/1/2026), usai Presiden Prabowo Subianto menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos.

Penandatanganan Piagam Board of Peace

Menlu Sugiono menjelaskan bahwa salah satu agenda utama Presiden Prabowo dalam rangkaian kunjungan tersebut adalah penandatanganan Charter Board of Peace, yang merupakan kelanjutan dari proses panjang dialog dan pertemuan sejumlah negara, khususnya negara-negara Islam dan negara dengan penduduk mayoritas Muslim, terkait upaya penyelesaian konflik Palestina.

“Penandatanganan Charter Board of Peace ini merupakan bagian dari proses panjang yang selama ini kita lakukan untuk menyelesaikan konflik, mencapai perdamaian, serta melakukan rehabilitasi pascakonflik di Palestina, khususnya di Gaza,” ujar Menlu.

Badan Internasional untuk Stabilitas Gaza

Menurut Sugiono, pembentukan BoP lahir dari tekad bersama komunitas internasional untuk terlibat lebih konkret dalam menciptakan perdamaian yang berkelanjutan di Gaza. Proses tersebut berlanjut melalui sejumlah pertemuan hingga mencapai kesepakatan di Sharm El Sheikh, Mesir, yang menjadi momentum penandatanganan piagam BoP.

“Board of Peace ini kini resmi menjadi badan internasional yang bertugas memonitor administrasi, stabilisasi, serta upaya rehabilitasi di Gaza dan Palestina secara umum,” jelasnya.

Konsistensi Indonesia Dukung Palestina

Menlu menegaskan, Indonesia memandang penting untuk bergabung karena sejak awal konsisten mendukung perdamaian dan stabilitas internasional, terutama bagi Palestina. Keputusan Presiden Prabowo untuk membawa Indonesia masuk dalam BoP diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek strategis dan kepentingan jangka panjang.

“Sejak awal Indonesia adalah negara yang peduli pada perdamaian dan stabilitas internasional, khususnya situasi di Palestina. Karena Board of Peace merupakan bagian dari upaya mencapai perdamaian tersebut, maka Indonesia harus berada di dalamnya,” tegas Sugiono.

Keputusan ini juga diambil melalui konsultasi intensif dengan negara-negara yang tergabung dalam Group of New York. Sejumlah negara yang sepakat bergabung antara lain Arab Saudi, Persatuan Emirat Arab, Qatar, Yordania, Turkiye, Pakistan, Mesir, serta Indonesia.

“Dua hari sebelum penandatanganan, seluruh negara tersebut bersepakat untuk ikut bergabung bersama Board of Peace,” ungkapnya.

Dorong Solusi Dua Negara

Menlu Sugiono meyakini kehadiran BoP merupakan langkah konkret yang telah lama dinantikan untuk mengawal proses perdamaian Palestina. Kehadiran negara-negara tersebut diharapkan dapat memastikan setiap langkah BoP tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara.

“Memastikan bahwa setiap upaya yang dilakukan Board of Peace tetap berorientasi pada kemerdekaan Palestina dan tercapainya solusi dua negara,” ujarnya.

Menutup keterangannya, Menlu menegaskan bahwa BoP tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Badan ini tidak ditujukan untuk menggantikan PBB. Ini adalah badan internasional yang lahir dari kepedulian untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas, khususnya di Gaza. Oleh karena itu, Indonesia memutuskan untuk bergabung,” pungkasnya. *

Example 300250