-
Blok M
-
Senopati
Pertumbuhan dipicu oleh pusat bisnis, gaya hidup urban, serta tren work from cafe.
2. Bandung
Perkiraan jumlah: 6.000 – 8.000 kedai kopi
Bandung dikenal sebagai kota kreatif dan pusat tren kafe dengan kawasan populer seperti:
-
Dago
-
Braga
-
Cihampelas
-
Setiabudi
-
Lembang
3. Surabaya
Perkiraan jumlah: 4.000 – 6.000 kedai kopi
Lonjakan coffee shop terjadi pesat sejak 2018 dengan pusat kafe di:
-
Darmo
-
Gubeng
-
Manyar
-
Citraland
4. Yogyakarta
Perkiraan jumlah: 3.000 – 4.000 kedai kopi
Pertumbuhan didorong oleh status Jogja sebagai kota pelajar dan destinasi wisata.
Kawasan populer:
-
Kaliurang
-
Gejayan
-
Seturan
-
Malioboro
5. Medan
Perkiraan jumlah: 2.500 – 3.500 kedai kopi
Medan memiliki budaya ngopi kuat sejak lama, terutama kopi robusta dan kopi sanger.
6. Makassar
Perkiraan jumlah: 2.000 – 3.000 kedai kopi
Makassar menjadi pusat kopi di Indonesia Timur dengan perpaduan warung kopi tradisional dan kafe modern.
7. Malang
Perkiraan jumlah: 1.500 – 2.500 kedai kopi
Pertumbuhan dipengaruhi oleh status Malang sebagai kota pendidikan dan destinasi wisata.
Ranking Kota dengan Kedai Kopi Terbanyak
-
Jakarta — 12.000–15.000
-
Bandung — 6.000–8.000
-
Surabaya — 4.000–6.000
-
Yogyakarta — 3.000–4.000
-
Medan — 2.500–3.500
-
Makassar — 2.000–3.000
-
Malang — 1.500–2.500 (*)



















