Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Intelijen AS Bongkar Dugaan China Kirim Senjata ke Iran, Beijing Membantah Keras

42
×

Intelijen AS Bongkar Dugaan China Kirim Senjata ke Iran, Beijing Membantah Keras

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

WASHINGTON | Sentrapos.co.id — Laporan intelijen Amerika Serikat memunculkan kekhawatiran baru di tengah gencatan senjata yang rapuh antara Washington dan Teheran. China diduga akan mengirimkan pasokan senjata ke Iran dalam beberapa pekan ke depan.

Informasi ini mencuat dari laporan media internasional yang mengutip sumber-sumber intelijen AS. Disebutkan, Iran diduga memanfaatkan momentum gencatan senjata untuk memperkuat kembali persenjataannya dengan dukungan mitra strategis.

Lebih jauh, intelijen AS mencurigai bahwa pengiriman senjata tersebut akan disamarkan melalui negara ketiga guna menghindari sorotan internasional.

Sorotan pada Senjata Berbahaya

Jenis persenjataan yang menjadi perhatian utama adalah rudal antipesawat atau MANPADS (Man-Portable Air Defense Systems).

Senjata ini dinilai sangat berbahaya karena mampu menargetkan pesawat tempur atau helikopter yang terbang rendah secara efektif.

“Kehadiran MANPADS berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan di udara dan meningkatkan risiko terhadap operasi militer AS,” ungkap sumber intelijen.

Dalam konflik lima pekan terakhir, sistem pertahanan udara portabel ini terbukti menjadi ancaman serius bagi armada udara AS.

Jika dugaan pengiriman ini benar, maka posisi AS dapat semakin tertekan, terutama jika gencatan senjata gagal dipertahankan.

China Bantah Tegas

Menanggapi tuduhan tersebut, pemerintah China melalui juru bicara Kedutaan Besar di Washington langsung membantah keras.

“China tidak pernah menyediakan senjata kepada pihak mana pun yang terlibat dalam konflik. Informasi tersebut tidak benar,” tegas pernyataan resmi.

Beijing juga meminta Amerika Serikat untuk tidak menyebarkan tuduhan yang dianggap tidak berdasar dan berpotensi memperkeruh situasi global.

“Kami mendesak AS untuk menahan diri dari sensasionalisme dan berkontribusi pada upaya meredakan ketegangan,” lanjutnya.

Gencatan Senjata Masih Rapuh

Situasi ini terjadi di tengah gencatan senjata antara AS dan Iran yang baru berlaku sejak 8 April 2026, setelah konflik bersenjata pecah sejak akhir Februari.

Perundingan damai kedua negara yang dimediasi Pakistan juga masih berlangsung, namun belum menghasilkan kesepakatan signifikan.

Ketegangan yang belum sepenuhnya mereda membuat isu suplai senjata menjadi sangat sensitif dan berpotensi memicu eskalasi baru di kawasan Timur Tengah. (*)


Poin Utama Berita

  • Intelijen AS menduga China akan kirim senjata ke Iran
  • Pengiriman disebut disamarkan melalui negara ketiga
  • Senjata yang disorot adalah MANPADS, ancaman serius bagi pesawat militer
  • Iran diduga memanfaatkan gencatan senjata untuk memperkuat militer
  • China membantah keras tuduhan dan sebut informasi tidak benar
  • Beijing minta AS tidak memperkeruh situasi global
  • Gencatan senjata AS-Iran masih rapuh dan berisiko gagal