Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
SOSIAL POLITIK

Investasi Jawa Timur Tembus Rp147,7 Triliun Sepanjang 2025, Lampaui Target Nasional dan Peringkat Tiga Indonesia

17
×

Investasi Jawa Timur Tembus Rp147,7 Triliun Sepanjang 2025, Lampaui Target Nasional dan Peringkat Tiga Indonesia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

SURABAYA | Sentrapos.co.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur mencatat realisasi investasi mencapai Rp147,7 triliun sepanjang tahun 2025, melampaui target Rencana Strategis (Renstra) 2025–2026 Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Capaian tersebut menempatkan Jawa Timur pada peringkat ketiga nasional dengan kontribusi 8,1 persen terhadap total realisasi investasi Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Investasi/BKPM, realisasi investasi Jawa Timur tahun 2025 setara 100,1 persen dari target Renstra sebesar Rp147,5 triliun. Capaian tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp101,8 triliun, Penanaman Modal Asing (PMA) Rp43,3 triliun, serta investasi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) sebesar Rp2,6 triliun.

“Angka ini merefleksikan tingginya kepercayaan investor terhadap stabilitas dan potensi ekonomi Jawa Timur di tengah dinamika dan tantangan ekonomi global,” ujar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan resmi di Surabaya, Senin.


PMDN Dominan, Investasi Triwulan IV Tumbuh Signifikan

Pada Triwulan IV 2025, realisasi investasi non-UMK Jawa Timur tercatat sebesar Rp40,0 triliun, tumbuh 31,6 persen secara quarter to quarter (q-to-q) dibanding Triwulan III 2025 dan meningkat 11,4 persen secara year on year (y-o-y) dibanding Triwulan IV 2024.

“Pada Triwulan IV, PMDN masih mendominasi dengan nilai Rp29,2 triliun atau 73 persen dari total realisasi, sementara PMA mencapai Rp10,8 triliun,” kata Khofifah.

Dominasi PMDN tersebut, menurutnya, mencerminkan kuatnya kepercayaan pelaku usaha domestik terhadap iklim investasi dan prospek ekonomi Jawa Timur.


Perizinan Digital dan UMK Jadi Penopang Investasi

Khofifah menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menjaga stabilitas dan kepastian hukum, sekaligus memperkuat infrastruktur penunjang investasi, mulai dari konektivitas tol Trans Jawa, efisiensi pelabuhan, hingga kondusivitas wilayah.

Selain itu, pertumbuhan investasi UMK sebesar Rp2,6 triliun dinilai strategis karena menunjukkan keberhasilan program formalisasi usaha, khususnya melalui kemudahan penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) lewat program Sadar Legalitas Berusaha (Saleha).

“Ini menandakan semakin tingginya kesadaran pelaku usaha kecil akan pentingnya legalitas sebagai pintu masuk untuk naik kelas dan meningkatkan daya saing,” ujarnya.

Sepanjang 2025, Pemprov Jatim juga mencatat penerbitan 52.888 perizinan melalui transformasi layanan digital seperti Jatim Online Single Submission (JOSS) dan Joss Gandos, didukung penguatan helpdesk perizinan. Promosi investasi dilakukan melalui Point Jatim, serta pengawalan penyelesaian hambatan investasi lewat program Klinik Investasi Keliling (KLIK).


Optimisme 2026: Fokus Investasi Berkualitas dan Berkelanjutan

Ke depan, Pemprov Jawa Timur mendorong investasi yang inklusif melalui kemitraan PMA dan PMDN dengan UMKM lokal agar memberikan efek berganda, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menutup capaian 2025, Khofifah menyatakan optimistis menghadapi tahun 2026 dengan fokus pada peningkatan kualitas investasi, terutama investasi berteknologi tinggi, ramah lingkungan, dan padat karya, guna memperkuat posisi Jawa Timur sebagai pusat gravitasi ekonomi nasional yang berkelanjutan. *

Example 300250