TEHERAN | Sentrapos.co.id – Militer Iran melontarkan ancaman keras terhadap Amerika Serikat (AS) dengan menyatakan siap menghancurkan infrastruktur minyak dan energi yang memiliki keterkaitan dengan AS di kawasan Timur Tengah.
Ancaman tersebut disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengklaim bahwa militer Amerika telah melancarkan serangan terhadap target militer Iran di Pulau Kharg, pada Jumat (13/3/2026).
Pulau Kharg diketahui merupakan pusat utama ekspor minyak Iran, sehingga serangan terhadap wilayah tersebut dinilai memiliki dampak strategis terhadap sektor energi negara tersebut.
Iran Siap Lakukan Pembalasan Besar
Juru bicara Markas Pusat Komando Angkatan Darat Khatam al-Anbiya menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam apabila fasilitas minyaknya diserang.
Teheran bahkan memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap sektor energi Iran akan dibalas dengan serangan terhadap infrastruktur energi yang memiliki keterkaitan dengan perusahaan Amerika.
“Jika infrastruktur minyak Iran diserang, maka seluruh infrastruktur minyak dan energi milik perusahaan di kawasan yang memiliki saham Amerika atau bekerja sama dengan AS akan dihancurkan dan dijadikan abu,” ujar juru bicara tersebut, seperti dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (14/3/2026).
Serangan AS di Pulau Kharg Picu Ketegangan
Sebelumnya, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa militer AS telah melakukan operasi militer terhadap sejumlah target Iran di Pulau Kharg.
Pulau tersebut merupakan salah satu titik vital dalam sistem ekspor minyak Iran.
Trump juga memperingatkan bahwa fasilitas energi di wilayah tersebut dapat menjadi target berikutnya jika Iran mengganggu jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia.
Fasilitas Militer Iran Jadi Sasaran
Kantor berita Iran Fars melaporkan bahwa beberapa fasilitas di Pulau Kharg memang telah menjadi sasaran serangan.
Target yang dilaporkan terkena serangan antara lain:
-
Fasilitas pertahanan militer
-
Pangkalan maritim
-
Menara kontrol helikopter
-
Kapal induk helikopter
Serangan tersebut semakin memperburuk ketegangan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat, yang dalam beberapa waktu terakhir meningkat tajam di kawasan Timur Tengah.
Potensi Dampak terhadap Pasar Energi Global
Pengamat geopolitik menilai eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi memberikan dampak besar terhadap stabilitas pasokan energi global.
Hal ini terutama karena kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz menjadi jalur strategis bagi distribusi minyak dunia.
Apabila konflik meningkat, gangguan terhadap jalur energi global dapat memicu lonjakan harga minyak dunia serta ketidakstabilan ekonomi internasional.
Situasi ini pun terus menjadi perhatian komunitas internasional yang berharap ketegangan antara kedua negara dapat diredam melalui jalur diplomasi. (*)




















