Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSINTERNASIONAL

Iran Peringatkan Negara Pendukung Serangan AS: Akan Jadi Target Sah Balasan Teheran

38
×

Iran Peringatkan Negara Pendukung Serangan AS: Akan Jadi Target Sah Balasan Teheran

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TEHERAN | Sentrapos.co.id — Wakil Menteri Luar Negeri Iran Majid Takht-Ravanchi memperingatkan bahwa negara mana pun yang ikut mendukung agresi Amerika Serikat (AS) terhadap Iran akan dianggap sebagai target sah untuk serangan balasan oleh Teheran.

Pernyataan tersebut disampaikan Takht-Ravanchi dalam wawancara dengan media internasional France24, Jumat (6/3/2026), di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

“Jika ada negara yang bergabung dengan Amerika dan Israel dalam agresi terhadap Iran, mereka juga akan menjadi target sah bagi pembalasan Iran,” tegas Takht-Ravanchi.

Pernyataan keras ini menandai meningkatnya retorika diplomatik Iran terhadap negara-negara yang dinilai mendukung tindakan militer terhadap republik Islam tersebut.


Iran Ingatkan Negara Eropa Tidak Terlibat Konflik

Takht-Ravanchi menyatakan bahwa pemerintah Iran telah menyampaikan peringatan kepada sejumlah negara Eropa dan pihak internasional lainnya agar tidak terlibat dalam konflik yang dianggap sebagai agresi terhadap Iran.

Menurutnya, keterlibatan negara lain dalam konflik tersebut hanya akan memperluas eskalasi ketegangan di kawasan.

“Kami telah memberi tahu negara-negara Eropa dan pihak lain agar berhati-hati dan tidak terlibat dalam perang agresi terhadap Iran,” ujarnya.

Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran global terhadap kemungkinan eskalasi konflik regional yang dapat berdampak luas terhadap stabilitas geopolitik dan ekonomi dunia.


Iran Tegaskan Tidak Percaya Pemerintahan AS

Dalam wawancara tersebut, Takht-Ravanchi juga menegaskan bahwa Iran saat ini tidak berupaya melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat, karena Teheran menilai Washington tidak dapat dipercaya dalam proses diplomasi.

“Tidak, kami tidak mempercayai Amerika, Pemerintahan AS. Karena mereka mengkhianati, bukan hanya kami, tetapi juga diplomasi,” kata Takht-Ravanchi.

Ia menuding Amerika Serikat melanggar proses diplomasi yang sedang berlangsung ketika kedua pihak masih berada dalam tahap perundingan.

“Kami sedang dalam proses negosiasi ketika mereka mulai menyerang kami. Kami hanya membela diri,” tambahnya.


Iran Sebut AS Melewatkan Kesempatan Diplomasi

Takht-Ravanchi juga menyinggung perundingan terbaru di Jenewa, yang menurutnya sempat menunjukkan perkembangan positif.

Namun, ia menilai Amerika Serikat kemudian mengubah posisi politiknya, sehingga peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi menjadi gagal tercapai.

Diplomat senior Iran itu menegaskan bahwa Teheran tetap memprioritaskan pertahanan diri dan kedaulatan nasional jika menghadapi ancaman militer dari pihak luar.

Pernyataan ini semakin mempertegas sikap Iran dalam menghadapi dinamika konflik internasional yang melibatkan kekuatan besar dunia.