Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, IRGC Siap Serang Kapal Asing dan Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

57
×

Iran Ancam Tutup Selat Hormuz, IRGC Siap Serang Kapal Asing dan Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TEHERAN | Sentrapos.co.id — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengancam akan menyerang setiap kapal yang mencoba melintasi Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak terpenting di dunia.

Penasihat Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Ibrahim Jabari, menyatakan Iran siap menutup jalur strategis tersebut sebagai respons terhadap eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

“Amerika Serikat serakah akan minyak. Biarkan mereka tahu bahwa kami kini telah menutup Selat Hormuz dan tidak akan mengizinkan kapal-kapal melintasinya,” kata Jabari seperti dikutip Kantor Berita ISNA, Selasa (3/3/2026).

Ancaman Lonjakan Harga Minyak Dunia

Jabari memperkirakan penutupan Selat Hormuz dapat memicu lonjakan harga minyak global hingga 200 dolar AS per barel atau sekitar Rp3,3 juta per barel.

Jika hal itu terjadi, dampaknya diprediksi akan dirasakan oleh banyak negara, terutama negara-negara yang bergantung pada pasokan energi dari kawasan Teluk.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Wilayah pantai utara selat tersebut berada di bawah kendali Iran, sementara pantai selatan berbatasan dengan Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman.

Jalur ini menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak mentah dan gas alam cair (LNG) ke pasar global.

Biaya Pengiriman Naik, Kapal Tanker Tertahan

Media internasional Al Jazeera, yang mengutip sumber pelabuhan Irak, melaporkan bahwa ketegangan di kawasan telah menyebabkan biaya pengiriman maritim ke Irak meningkat hingga 60 persen akibat lonjakan tarif asuransi.

Setidaknya tujuh kapal tanker minyak dilaporkan tertahan di perairan Irak dan menunggu situasi kembali aman sebelum melintas.

Sementara itu, aktivitas di Pelabuhan Um Qasr, pelabuhan terbesar Irak, dilaporkan menurun drastis karena tidak ada kapal tanker yang bersandar.

Serangan Militer Memicu Eskalasi

Sebelumnya, pada Minggu (1/3/2026), IRGC mengklaim telah meluncurkan serangan rudal terhadap tiga kapal tanker milik Amerika Serikat dan Inggris di kawasan Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Sehari kemudian, Iran juga mengklaim bahwa satu kapal tanker milik Amerika Serikat di Selat Hormuz berhasil dihantam dua drone tempur Iran.

Eskalasi konflik ini terjadi setelah pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran.

Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan besar serta korban sipil. Media pemerintah Iran juga mengonfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan tersebut.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan rudal yang menargetkan wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.

Situasi ini memicu kekhawatiran dunia internasional akan meluasnya konflik regional serta dampaknya terhadap stabilitas energi global. (*)

Example 300250