Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSINTERNASIONALPERISTIWA

Iran-AS Gencatan Senjata 2 Pekan, Negosiasi Panas Dimulai di Islamabad: Selat Hormuz Jadi Taruhan Dunia

27
×

Iran-AS Gencatan Senjata 2 Pekan, Negosiasi Panas Dimulai di Islamabad: Selat Hormuz Jadi Taruhan Dunia

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TEHERAN | Sentrapos.co.id – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah memasuki fase krusial setelah Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan gencatan senjata sementara selama dua pekan dengan Amerika Serikat.

Langkah ini diambil menyusul keputusan Donald Trump yang menarik ancaman eskalasi serangan terhadap infrastruktur sipil Iran, termasuk jembatan dan pembangkit listrik.

Dalam pernyataan resmi, Iran menegaskan bahwa jeda ini bukan akhir dari konflik, melainkan ruang terbatas untuk membuka jalur diplomasi.

“Gencatan senjata ini tidak berarti berakhirnya perang. Tangan kami tetap berada di pelatuk,” tegas otoritas Teheran, Selasa (7/4/2026).


Negosiasi Strategis Digelar di Islamabad

Iran memastikan akan mengirim delegasi untuk melakukan negosiasi langsung dengan Amerika Serikat di Islamabad, Pakistan, yang dijadwalkan dimulai Jumat mendatang.

Pertemuan ini dipandang sebagai momentum penting untuk meredam konflik yang berpotensi meluas menjadi perang terbuka di kawasan Timur Tengah.

Namun, Teheran menegaskan bahwa kesepakatan ini bersifat kondisional dan dapat berubah sewaktu-waktu jika terjadi pelanggaran.


Selat Hormuz Jadi Poin Krusial

Salah satu tuntutan utama Washington adalah pembukaan akses penuh di Selat Hormuz, jalur strategis yang mengalirkan sebagian besar pasokan minyak global.

Trump menegaskan bahwa stabilitas jalur ini merupakan kepentingan vital yang tidak dapat ditawar.

“Pembukaan Selat Hormuz harus dilakukan secara lengkap, segera, dan aman,” menjadi tekanan utama dari pihak AS.

Posisi ini menempatkan Selat Hormuz sebagai pusat tarik-menarik kepentingan global, terutama terkait energi dan perdagangan internasional.


Israel Ikut dalam Kesepakatan Sementara

Laporan media internasional menyebutkan bahwa Israel turut menjadi bagian dari kesepakatan gencatan senjata.

Selama dua pekan masa jeda, Israel disebut akan menghentikan serangan terhadap target-target di Iran guna memberi ruang bagi proses diplomasi.

Langkah ini menunjukkan bahwa konflik telah melibatkan banyak pihak dan berpotensi meluas jika negosiasi gagal.


Diplomasi di Tengah Ancaman Perang Besar

Situasi ini mencerminkan dinamika geopolitik yang sangat rapuh. Di satu sisi, Amerika Serikat menekan Iran dengan ancaman militer terhadap infrastruktur strategis. Di sisi lain, Iran membuka ruang dialog tanpa menunjukkan kelemahan secara militer.

Negosiasi di Islamabad menjadi titik penentu apakah konflik akan mereda menjadi kesepakatan jangka panjang atau justru berujung pada eskalasi yang lebih besar.

“Kesalahan sekecil apa pun akan dibalas dengan kekuatan penuh,” peringatan keras dari pihak Iran.

Dunia kini menanti hasil perundingan yang akan menentukan arah stabilitas kawasan Timur Tengah dan pasar energi global. (*)


Poin Utama Berita

  • Iran dan AS sepakat gencatan senjata selama 2 minggu
  • Negosiasi diplomatik dijadwalkan berlangsung di Islamabad, Pakistan
  • Selat Hormuz menjadi isu utama dalam perundingan
  • AS menuntut pembukaan jalur minyak global secara penuh
  • Israel ikut dalam kesepakatan penghentian serangan sementara
  • Iran tegaskan gencatan senjata bersifat kondisional
  • Risiko eskalasi perang besar masih tinggi jika negosiasi gagal