Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Iran Buka Akses Terbatas Selat Hormuz untuk China, Rusia, India, dan Indonesia, AS-Israel Masih Ditutup

32
×

Iran Buka Akses Terbatas Selat Hormuz untuk China, Rusia, India, dan Indonesia, AS-Israel Masih Ditutup

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Iran membuka akses terbatas Selat Hormuz bagi sejumlah negara sahabat di tengah ketegangan global yang mengganggu jalur perdagangan minyak dunia. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa negara yang mendapat izin meliputi China, Rusia, India, Irak, Pakistan, Malaysia, Thailand, Turki, dan Indonesia.

“Kami mengizinkan pelayaran melalui Selat Hormuz bagi negara-negara sahabat,” ujar Araghchi, dikutip dari The Economic Times, Kamis (26/3/2026).
“Sementara itu, negara musuh Iran, termasuk Israel, Amerika Serikat (AS), dan sekutunya, tetap dilarang melintas,” tambahnya.

China dan Rusia mendapatkan prioritas akses hampir tanpa hambatan sebagai bentuk kemitraan strategis. India berhasil mengamankan jalur prioritas setelah negosiasi intens, dengan sekitar 20 kapal tanker India melintasi Selat Hormuz dengan pengawalan aman.

Irak dan Pakistan memperoleh izin karena ketergantungan geografis dan kebutuhan energi. Sementara Malaysia mendapatkan akses setelah komunikasi langsung antara pemerintahnya dengan Teheran, demikian disampaikan oleh Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim.

“Kami mengucapkan terima kasih atas izin ini, yang penting bagi kelancaran pasokan energi nasional,” ujar Anwar.

Thailand dan Turki juga memperoleh izin terbatas, meski untuk Turki hanya sebagian kapal yang berhasil melintas setelah koordinasi ketat dengan Garda Revolusi Iran (IRGC).

Indonesia akhirnya masuk dalam daftar negara yang diizinkan. Dua kapal tanker Pertamina Pride dan Gamsunoro yang sebelumnya tertahan di Selat Hormuz kini mendapat sinyal aman melintas. Jubir Kemlu Yvonne Mewengkang menyampaikan bahwa Kedubes Iran di Jakarta telah memberikan pertimbangan positif atas keamanan jalur bagi kapal Pertamina.

Langkah Iran ini menunjukkan selektivitas dalam membuka jalur perairan strategis, menjaga stabilitas pasokan energi di tengah gangguan distribusi global, sekaligus menegaskan hubungan diplomatik dengan negara sahabat. (*)


Poin Utama Berita

  1. Iran membuka akses terbatas Selat Hormuz untuk negara sahabat demi kelancaran jalur minyak dunia.
  2. Negara sahabat yang mendapatkan akses: China, Rusia, India, Irak, Pakistan, Malaysia, Thailand, Turki, dan Indonesia.
  3. Negara musuh Iran: AS, Israel, dan sekutunya tetap dilarang melintas.
  4. Indonesia memperoleh izin setelah kapal Pertamina tertahan, kini jalur perairan aman untuk melintas.
  5. Kebijakan Iran bersifat selektif dan strategis, menjaga stabilitas energi global.
  6. Akses prioritas diberikan berdasarkan kemitraan strategis dan kebutuhan energi.