TEHERAN | Sentrapos.co.id – Korps Garda Revolusi Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim kembali melancarkan serangan besar-besaran menggunakan rudal balistik dan rudal hipersonik ke sejumlah wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Serangan yang terjadi pada Jumat (13/3/2026) waktu setempat tersebut disebut sebagai gelombang serangan ke-44 dalam rangkaian operasi militer Iran terhadap Israel dan sekutunya.
IRGC menyatakan bahwa serangan itu merupakan bagian dari kampanye militer lanjutan “Operation True Promise 4” yang sebelumnya diklaim telah menghantam sejumlah target strategis Israel.
“Serangan ini merupakan kelanjutan dari Operation True Promise 4 yang menargetkan posisi militer Israel,” demikian pernyataan resmi IRGC yang dikutip media Iran.
Rudal Hipersonik Iran Hantam Wilayah Israel
Dalam operasi tersebut, Iran mengklaim menggunakan sejumlah rudal balistik dan hipersonik generasi terbaru.
Beberapa jenis rudal yang diluncurkan antara lain:
-
Khorramshahr
-
Kheiber Shekan
-
Fattah (rudal hipersonik)
-
Imad
-
Qadr
Rudal-rudal tersebut dilaporkan menghujani beberapa wilayah di utara Israel, termasuk:
-
Kota Kiryat Shmona
-
Haifa
-
Hadera
Selain itu, Iran juga menyatakan bahwa serangan tersebut menargetkan kompleks militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Serangan Dikaitkan dengan Tokoh Perlawanan
IRGC menyebut operasi militer ini juga dilakukan untuk memperingati tokoh-tokoh yang mereka anggap sebagai simbol perlawanan di kawasan Timur Tengah.
Beberapa tokoh yang disebut antara lain:
-
-
Jenderal Iran Qasem Soleimani
-
Pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah
-
Pemimpin Hamas Yahya Sinwar
-




















