Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Iran Disebut Tebar Ranjau di Selat Hormuz, Jalur Minyak Dunia Terancam: AS Ungkap “Ranjau Tak Terkontrol” Picu Krisis Global

58
×

Iran Disebut Tebar Ranjau di Selat Hormuz, Jalur Minyak Dunia Terancam: AS Ungkap “Ranjau Tak Terkontrol” Picu Krisis Global

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TEHERAN | Sentrapos.co.id — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah laporan intelijen Amerika Serikat menyebut Iran diduga menebar ranjau laut di jalur strategis Selat Hormuz secara tidak teratur, yang kini bahkan tidak sepenuhnya dapat dilacak oleh otoritas setempat.

Laporan yang dikutip dari New York Times dan sejumlah sumber intelijen AS menyebutkan bahwa penempatan ranjau dilakukan menggunakan kapal-kapal kecil milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) setelah eskalasi konflik dengan Amerika Serikat dan Israel pada awal 2026.

Namun, pejabat AS menilai penempatan ranjau tersebut dilakukan secara “sembarangan”, sehingga sebagian besar tidak memiliki data lokasi yang akurat dan sulit untuk diangkat kembali, meningkatkan risiko besar bagi kapal-kapal dagang internasional.

“Iran tidak mampu menemukan seluruh ranjau yang mereka pasang, dan tidak memiliki kemampuan cepat untuk membersihkan jalur pelayaran,” ungkap salah satu pejabat AS sebagaimana dikutip media internasional.

Situasi ini membuat jalur pelayaran minyak paling vital di dunia tersebut semakin tidak stabil. Selat Hormuz diketahui menjadi jalur transit sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global, sehingga gangguan di wilayah ini langsung berdampak pada lonjakan harga energi dunia.

Laporan terbaru juga menyebutkan bahwa sebagian kapal kini terpaksa menghindari rute utama dan mengikuti jalur alternatif yang ditetapkan oleh IRGC untuk mengurangi risiko ledakan ranjau laut.

Dalam perkembangan lain, IRGC juga disebut memperketat kontrol terhadap seluruh kapal yang melintas, termasuk memberikan peringatan terkait potensi ranjau di jalur utama.

“Untuk alasan keselamatan, kapal diminta menggunakan rute alternatif karena adanya kemungkinan ranjau di jalur utama,” demikian pernyataan otoritas maritim Iran.

Kondisi ini memperburuk ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat di tengah upaya gencatan senjata yang masih rapuh. Washington menilai situasi ini sebagai faktor yang dapat menghambat negosiasi damai yang sedang berlangsung di kawasan.

Sementara itu, analis menilai bahwa ketidakpastian di Selat Hormuz dapat memicu gangguan rantai pasok energi global, terutama bagi negara-negara importir minyak di Asia dan Eropa.

Hingga kini, belum ada konfirmasi independen yang dapat memastikan jumlah pasti ranjau yang telah tersebar, namun risiko terhadap keselamatan pelayaran disebut meningkat signifikan.


Poin Utama Berita

  • AS tuding Iran menebar ranjau di Selat Hormuz secara tidak terkontrol
  • Banyak ranjau diduga tidak bisa dilacak atau dibersihkan
  • Selat Hormuz jalur vital 20% pasokan minyak dan gas dunia
  • IRGC memperketat kontrol kapal dan menerapkan rute alternatif
  • Risiko pelayaran global meningkat dan ganggu harga energi
  • Ketegangan AS–Iran kembali memanas di tengah gencatan senjata rapuh
  • Kapal dagang mulai menghindari jalur utama Selat Hormuz
  • Belum ada verifikasi independen terkait jumlah ranjau