Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSINTERNASIONALPERISTIWA

Iran Klaim Serang Basis AS di Dubai, 500 Tentara Jadi Korban: Ancaman Perang Timur Tengah Memanas

24
×

Iran Klaim Serang Basis AS di Dubai, 500 Tentara Jadi Korban: Ancaman Perang Timur Tengah Memanas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

DUBAI | Sentrapos.co.id — Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah Iran mengklaim telah melancarkan serangan balasan terhadap target militer Amerika Serikat di Dubai, Uni Emirat Arab, Sabtu (28/3/2026).

Melalui pernyataan resmi Komando Pusat Khatam Al Anbiya, Teheran menyebut lebih dari 500 personel militer AS menjadi korban dalam serangan tersebut.

“Dua lokasi persembunyian pasukan Amerika berhasil diidentifikasi dan diserang dengan rudal presisi serta drone, mengakibatkan korban sangat besar,” ujar juru bicara Khatam Al Anbiya.

Menurut klaim tersebut, satu lokasi dihuni lebih dari 400 personel, sementara lokasi kedua di Dubai menampung lebih dari 100 tentara AS. Kedua titik itu disebut menjadi sasaran serangan terpadu dari Angkatan Dirgantara dan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam.

Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat maupun otoritas Uni Emirat Arab terkait klaim tersebut.

“Ambulans dilaporkan mengevakuasi korban selama berjam-jam setelah serangan berlangsung,” lanjut pernyataan tersebut.

Iran juga kembali mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara di kawasan Timur Tengah agar tidak memberikan ruang bagi kehadiran militer AS.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa negaranya tidak akan memulai serangan, namun siap memberikan respons keras jika diserang.

“Jika Anda menginginkan keamanan dan pembangunan, jangan biarkan musuh kami menggunakan wilayah Anda untuk melawan Iran,” tulis Pezeshkian melalui platform X.

Sementara itu, retorika keras juga diarahkan kepada Donald Trump dan petinggi militer AS, dengan peringatan bahwa kawasan Timur Tengah dapat berubah menjadi “kuburan bagi tentara Amerika” jika konflik terus berlanjut.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga telah meminta negara-negara tetangga untuk menjaga jarak dari Amerika Serikat dalam konflik yang sedang berlangsung.

Konflik ini bermula dari serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari lalu, yang memicu eskalasi besar. Sejak itu, Iran terus melancarkan serangan balasan ke berbagai target, termasuk aset militer AS di kawasan.

Hingga kini, situasi perang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Intensitas serangan terus meningkat, memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah.


Poin Utama Berita

  • Iran klaim serang dua basis militer AS, termasuk di Dubai
  • Lebih dari 500 tentara AS disebut menjadi korban
  • Serangan menggunakan rudal presisi dan drone militer
  • Belum ada konfirmasi resmi dari AS dan Uni Emirat Arab
  • Presiden Iran keluarkan peringatan keras ke negara kawasan
  • Konflik Timur Tengah semakin memanas tanpa tanda mereda