Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSINTERNASIONALPERISTIWA

Iran Klaim Serang USS Abraham Lincoln dengan 4 Rudal Balistik, Ketegangan Timur Tengah Memanas

66
×

Iran Klaim Serang USS Abraham Lincoln dengan 4 Rudal Balistik, Ketegangan Timur Tengah Memanas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Iran mengklaim telah menyerang kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, menggunakan empat rudal balistik sebagai bagian dari Operasi True Promise 4. Klaim tersebut disampaikan melalui laporan media pemerintah Iran, Minggu (1/3/2026).

Kantor humas Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) menyebut kapal induk milik Angkatan Laut AS itu menjadi sasaran dalam operasi militer terbaru Teheran.

“Kapal USS Abraham Lincoln telah menjadi sasaran empat rudal balistik sebagai bagian dari Operasi True Promise 4,” demikian laporan yang dikutip dari Tasnim News Agency.

Menurut laporan tersebut, serangan Iran kini memasuki fase baru dengan melibatkan wilayah darat dan laut sebagai medan konfrontasi.

Eskalasi Konflik Pasca Serangan AS–Israel

Ketegangan meningkat setelah pada Sabtu (28/2/2026), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran. Dalam perkembangan yang dilaporkan media Iran, serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, serta puluhan pejabat tinggi dan ratusan warga sipil.

Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke sejumlah target di Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Timur Tengah. Ledakan dilaporkan terjadi di beberapa negara, termasuk Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Irak.

Di tengah situasi tersebut, dua kapal induk AS yakni USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford dilaporkan berada di perairan Timur Tengah. Kapal tersebut dikirim oleh Presiden AS Donald Trump sebagai bagian dari tekanan diplomatik dan militer terhadap Iran dalam isu negosiasi nuklir.

Negosiasi Nuklir Terhenti

Sebelum konflik terbuka terjadi, Iran dan Amerika Serikat tengah menjalani proses negosiasi terkait program nuklir Teheran. Namun, pasca eskalasi militer dan laporan tewasnya Ayatollah Khamenei, negosiasi dinyatakan tidak akan dilanjutkan.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, menegaskan pembicaraan nuklir dihentikan menyusul perkembangan terbaru di lapangan.

Ancaman Stabilitas Global

Pengamat menilai, konflik terbuka antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi memperluas instabilitas di kawasan Timur Tengah dan mengganggu jalur perdagangan energi global. Peningkatan ketegangan di laut dan udara dikhawatirkan memicu dampak ekonomi dan geopolitik yang lebih luas.

Situasi masih berkembang dan belum ada konfirmasi resmi dari pihak militer Amerika Serikat terkait klaim serangan tersebut.(*)

Example 300250