TEHERAN | Sentrapos.co.id — Ketegangan militer di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan kesiapan menghadapi perang skala penuh. Iran mengklaim mampu bertahan dalam konflik berintensitas tinggi hingga enam bulan pada tempo pertempuran saat ini.
Pernyataan tersebut disampaikan Juru Bicara IRGC, Ali-Mohammad Naeini, dalam sebuah video yang dirilis pada Minggu (8/3/2026).
Dalam pernyataannya, Naeini menegaskan bahwa kemampuan militer Iran saat ini masih jauh dari batas maksimal dan angkatan bersenjata negara tersebut telah mempersiapkan berbagai skenario menghadapi kemungkinan konflik besar.
“Angkatan bersenjata Republik Islam Iran yang mampu dan kuat sepenuhnya siap untuk setidaknya enam bulan perang skala penuh dengan intensitas tinggi pada tempo saat ini,” ujar Ali-Mohammad Naeini, dikutip dari kantor berita Iran ISNA News Agency.
Iran Klaim Belum Gunakan Rudal Generasi Terbaru
Naeini juga menyampaikan bahwa sebagian besar rudal yang digunakan Iran hingga saat ini masih berasal dari generasi lama, yang diproduksi sekitar 2012 hingga 2013.
Menurutnya, Iran bahkan belum mengerahkan rudal yang diproduksi dalam satu dekade terakhir.
“Faktanya, kami sama sekali belum menggunakan rudal yang diproduksi selama sepuluh tahun terakhir,” kata Naeini.
Ia menambahkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir produksi rudal Iran meningkat secara signifikan, seiring dengan penguatan kemampuan industri pertahanan negara tersebut.
Produksi Rudal Iran Diklaim Meningkat Drastis
Lebih lanjut, Naeini mengungkapkan bahwa kapasitas produksi rudal Iran mengalami peningkatan yang cukup besar dalam beberapa tahun terakhir.
Menurutnya, produksi dalam periode tertentu bahkan mampu menyamai produksi beberapa tahun sebelumnya.
“Dalam periode antara perang 12 hari dan perang Ramadan, rudal yang setara dengan produksi beberapa tahun telah diproduksi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa Iran memiliki cadangan persenjataan strategis yang belum sepenuhnya dikerahkan dalam konflik yang terjadi saat ini.
Ketegangan Iran–Israel Terus Meningkat
Pernyataan dari pihak militer Iran muncul di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah, khususnya antara Iran dan Israel.
Sebelumnya, laporan media internasional Reuters menyebut pemerintah Israel memperkirakan konflik dengan Iran kemungkinan berlangsung dalam hitungan minggu, bukan bertahun-tahun.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan, terutama jika melibatkan kekuatan militer regional maupun internasional.
Pengamat geopolitik menilai pernyataan Iran tersebut dapat menjadi pesan strategis sekaligus sinyal deterrence terhadap kemungkinan eskalasi militer yang lebih besar. (*)




















