Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Iran Tantang Invasi Darat AS: Siapkan 1 Juta Pasukan, Ancam Jadikan Teluk Persia Medan Perang

32
×

Iran Tantang Invasi Darat AS: Siapkan 1 Juta Pasukan, Ancam Jadikan Teluk Persia Medan Perang

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat semakin memanas. Militer Iran secara terbuka menantang kemungkinan operasi darat yang dilancarkan oleh Amerika Serikat, bahkan mengaku telah lama menantikan skenario tersebut.

Juru bicara Markas Besar Komando Pusat Khatam Al Anbiya, Ebrahim Zolfaghari, menegaskan bahwa pasukan Iran siap menghadapi dan mengalahkan setiap upaya invasi dari Amerika Serikat.

“Para pejuang kami telah lama menantikan operasi darat ini. Setiap agresor akan menghadapi konsekuensi serius,” tegas Zolfaghari.

Pernyataan tersebut merupakan respons langsung terhadap ancaman Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya membuka kemungkinan operasi militer lebih luas, termasuk invasi darat ke wilayah Iran.

Iran Siapkan 1 Juta Pasukan

Dalam menghadapi potensi eskalasi, Iran dilaporkan telah mengerahkan hingga sekitar satu juta personel militer, termasuk pasukan reguler, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), serta milisi paramiliter Basij.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan serangan darat yang dinilai semakin nyata.

Di sisi lain, Amerika Serikat juga disebut telah mengirim belasan ribu pasukan, termasuk Marinir dan pasukan lintas udara, ke kawasan Timur Tengah.

“Konfrontasi militer terbuka kini bukan lagi sekadar ancaman, tetapi skenario yang semakin realistis.”

Selat Hormuz Jadi Titik Kritis

Iran memperingatkan bahwa setiap upaya AS untuk membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz secara paksa akan berujung fatal.

Wilayah strategis tersebut merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia dan kini menjadi fokus utama dalam potensi konflik.

Pulau Kharg disebut sebagai salah satu titik strategis yang diperkuat oleh Iran untuk mengantisipasi kemungkinan operasi militer AS.

“Upaya membuka Selat Hormuz secara paksa akan menjadi tindakan bunuh diri,” tegas sumber militer Iran.

Lonjakan Relawan Perang di Iran

Di tengah eskalasi, gelombang nasionalisme di Iran meningkat. Ribuan pemuda dilaporkan mendaftarkan diri sebagai sukarelawan untuk bergabung dalam pertempuran.

Pusat perekrutan militer dipenuhi warga yang ingin memperkuat pertahanan negara, baik melalui Basij, IRGC, maupun tentara reguler.

Fenomena ini menunjukkan kesiapan domestik Iran dalam menghadapi konflik berskala besar.

Ancaman Regional dan Global

Ketegangan Iran-AS berpotensi memicu konflik regional yang lebih luas, melibatkan negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Selain risiko militer, dampak ekonomi global juga menjadi perhatian, terutama terhadap stabilitas harga minyak dunia dan jalur distribusi energi internasional.

“Jika konflik terbuka terjadi, dampaknya tidak hanya regional, tetapi juga mengguncang ekonomi global.”

Situasi ini membuat dunia internasional terus memantau perkembangan dengan penuh kewaspadaan, sembari mendorong upaya diplomasi untuk meredam eskalasi.


Poin Utama Berita

  • Iran tantang kemungkinan invasi darat Amerika Serikat
  • Siapkan hingga 1 juta pasukan untuk menghadapi perang
  • AS kirim ribuan pasukan ke Timur Tengah
  • Selat Hormuz jadi titik strategis konflik
  • Iran ancam tindakan keras jika jalur dibuka paksa
  • Lonjakan relawan militer di dalam negeri Iran
  • Risiko konflik meluas dan berdampak global