Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSINTERNASIONALPERISTIWA

Pascagencatan Senjata, Pemimpin Iran Tegas: “Kami Tak Ingin Perang, Tapi Tak Akan Diam Hadapi Ancaman”

31
×

Pascagencatan Senjata, Pemimpin Iran Tegas: “Kami Tak Ingin Perang, Tapi Tak Akan Diam Hadapi Ancaman”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TEHERAN | Sentrapos.co.id — Pernyataan tegas disampaikan pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, hanya dua hari setelah tercapainya gencatan senjata dengan Amerika Serikat yang dimediasi oleh Pakistan.

Dalam pesan tertulis yang disiarkan televisi nasional Iran pada Kamis (9/4/2026), Mojtaba menegaskan bahwa Iran tidak menginginkan konflik bersenjata, namun tetap siap menghadapi segala bentuk ancaman terhadap kedaulatan negara.

“Kami tak pernah ingin perang, dan kami tak pernah mau berperang,” tegas Mojtaba Khamenei.


Disampaikan di Momen 40 Hari Wafat Ayatollah Ali Khamenei

Pesan tersebut disampaikan dalam peringatan 40 hari wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, yang meninggal dunia pada 28 Februari 2026.

Momentum ini menjadi simbol penting bagi Iran dalam menegaskan sikap politik dan militernya di tengah situasi geopolitik yang memanas.


Iran Tegaskan Tak Akan Lepas Hak dan Legitimasi

Meski menyatakan tidak ingin perang, Mojtaba menegaskan bahwa Iran tidak akan tinggal diam jika menghadapi agresi atau ancaman dari pihak luar.

“Kami tidak akan melepaskan legitimasi dan hak kami dalam kondisi apa pun,” ujarnya.

Ia juga menyinggung keberadaan “front perlawanan” yang mencakup sekutu-sekutu Iran di kawasan Timur Tengah, termasuk Hizbullah.


Situasi Timur Tengah Masih Memanas

Meski Iran dan Amerika Serikat telah menyepakati gencatan senjata, konflik di kawasan belum sepenuhnya mereda.

Serangan terbaru dilaporkan terjadi ketika Israel menggempur posisi Hizbullah di Lebanon sehari setelah kesepakatan tersebut.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 300 orang dan melukai ribuan lainnya, mempertegas bahwa stabilitas kawasan masih rapuh.

Hal ini menunjukkan bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah masih berpotensi meningkat sewaktu-waktu.


Apresiasi untuk Rakyat Iran

Dalam pesannya, Mojtaba juga menyampaikan apresiasi kepada rakyat Iran yang aktif menyuarakan dukungan di ruang publik.

“Suara rakyat sangat berpengaruh terhadap arah negosiasi ke depan,” ungkapnya.

Ia menilai partisipasi publik menjadi faktor penting dalam memperkuat posisi Iran di meja diplomasi internasional. (*)


Poin Utama Berita

  • Iran tegaskan tidak ingin perang meski situasi memanas
  • Mojtaba Khamenei sampaikan pesan pascagencatan senjata dengan AS
  • Iran tetap pertahankan hak dan legitimasi negara
  • Hizbullah dan sekutu masuk dalam “front perlawanan”
  • Serangan Israel ke Lebanon tewaskan ratusan orang
  • Rakyat Iran dinilai berperan penting dalam negosiasi