Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HEADLINE NEWSINTERNASIONALPERISTIWA

Iran Tegas Tolak Negosiasi dengan AS-Israel, Ancam Perang Berlanjut: “Kami Tidak Akan Menyerah!”

26
×

Iran Tegas Tolak Negosiasi dengan AS-Israel, Ancam Perang Berlanjut: “Kami Tidak Akan Menyerah!”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TEHERAN | Sentrapos.co.id – Pemerintah Iran menegaskan sikap keras terhadap Amerika Serikat dan Israel dengan menolak segala bentuk negosiasi damai di tengah konflik yang terus memanas.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan bahwa Teheran memilih melanjutkan perlawanan dibanding duduk di meja perundingan.

“Saat ini, kebijakan kami adalah melanjutkan perlawanan. Kami tidak berniat untuk bernegosiasi,” tegas Araghchi dalam pernyataan di televisi pemerintah, Rabu (25/3/2026).

Ia menilai, negosiasi dengan AS dalam kondisi saat ini sama saja dengan mengakui kekalahan.

“Saya yakin posisi kami sepenuhnya berprinsip,” lanjutnya.

Klaim Trump Picu Ketegangan Baru

Pernyataan keras Iran ini muncul setelah Presiden AS, Donald Trump, mengklaim telah mengajukan 15 poin syarat perdamaian kepada Teheran.

Trump juga menyebut telah terjadi pertemuan antara pejabat tinggi AS dan Iran untuk membahas peluang negosiasi.

Namun, pihak Iran mengakui adanya pertemuan tersebut, tetapi menegaskan tidak ada kesepakatan atau niat untuk melanjutkan perundingan.

Gedung Putih Ancam Serangan Lebih Keras

Sementara itu, Gedung Putih melalui juru bicara Karoline Leavitt mengeluarkan peringatan keras kepada Iran.

“Jika Iran gagal menerima realitas situasi saat ini, Presiden Trump akan memastikan mereka diserang lebih keras dari sebelumnya,” ujar Leavitt.

Meski demikian, ia menyebut jalur komunikasi dan pembicaraan masih berlangsung secara intensif.

“Pembicaraan terus berlanjut dan berlangsung produktif,” tambahnya.

Upaya Mediasi Internasional Menguat

Di tengah eskalasi konflik, sejumlah negara seperti Pakistan, Turki, dan Mesir mulai menawarkan diri sebagai mediator untuk meredakan ketegangan.

Namun hingga kini, belum ada tanda-tanda deeskalasi dari kedua pihak.

Konflik Memanas Sejak 2025

Serangan besar-besaran AS-Israel terhadap Iran telah berlangsung sejak Februari 2025. Konflik ini disebut telah menimbulkan korban besar, termasuk jatuhnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Iran pun membalas dengan menyerang target militer Israel dan aset milik AS di kawasan Teluk.

Situasi ini memperlihatkan konflik yang semakin kompleks dan berisiko meluas menjadi perang regional yang lebih besar. (*)