TEHERAN | Sentrapos.co.id – Pemerintah Iran menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel melakukan operasi terselubung dengan menggunakan drone yang menyerupai drone Shahed milik Iran untuk menyerang sejumlah negara Arab.
Tuduhan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi yang menyebut adanya upaya manipulasi militer untuk memicu ketegangan antara Iran dan negara-negara Arab di kawasan Timur Tengah.
Menurut Araghchi, Iran memperoleh informasi bahwa AS mengembangkan drone yang memiliki desain serupa dengan drone Shahed milik Iran.
“Kami baru-baru ini menerima informasi yang menunjukkan bahwa Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap negara-negara Arab dari titik-titik tertentu,” kata Abbas Araghchi seperti dikutip dari Doha News.
Diduga Digunakan untuk Mengadu Domba
Araghchi menilai strategi tersebut merupakan upaya untuk mengadu domba Iran dengan negara-negara Arab.
Ia menyebut drone yang diduga dikembangkan AS memiliki kemiripan dengan drone Shahed dan dikenal dengan nama “Lucas”.
“AS telah mengembangkan drone yang mirip dengan drone Shahed kami, yang disebut Lucas. Drone ini digunakan untuk menyerang target di negara-negara Arab,” ujarnya.
Pemerintah Iran saat ini masih mempelajari berbagai informasi terkait dugaan operasi tersebut.
Namun Araghchi menduga bahwa Israel kemungkinan menargetkan situs sipil untuk merusak hubungan diplomatik Iran dengan negara-negara Arab.
“Saya percaya Israel mungkin menargetkan situs sipil untuk merusak hubungan kami dengan teman-teman Arab kami,” katanya.
IRGC Sebut Ada Konspirasi Besar
Tuduhan serupa juga disampaikan oleh Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Juru bicara IRGC Ebrahim Zolfaghari menyebut adanya “konspirasi jahat” yang diduga dilakukan oleh AS dan Israel untuk menyalahkan Iran atas berbagai serangan yang terjadi di kawasan Timur Tengah.
Menurutnya, serangan tersebut bertujuan menimbulkan ketegangan politik antara Iran dengan negara-negara tetangganya di kawasan Teluk.
“Tujuan musuh adalah menimbulkan pesimisme dan melontarkan tuduhan terhadap Republik Islam Iran,” kata Zolfaghari dalam pernyataan resmi, Minggu (15/3).
Ia menambahkan bahwa tujuan akhir dari strategi tersebut adalah menciptakan perpecahan antara Iran dan negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Bandara Dubai Diserang Drone
Di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan, Bandara Internasional Dubai di Uni Emirat Arab dilaporkan menjadi target serangan drone pada Senin (16/3) pagi.
Namun hingga kini belum diketahui secara pasti pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Insiden tersebut kembali menambah daftar ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Situasi ini juga menimbulkan kekhawatiran akan meningkatnya eskalasi konflik yang dapat berdampak pada stabilitas keamanan di kawasan Teluk. (*)




















