JAKARTA | Sentrapos.co.id — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan bahwa pihak yang akan menentukan berakhirnya konflik di Timur Tengah adalah Iran, bukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pernyataan tersebut disampaikan IRGC pada Selasa (10/3/2026) sebagai respons atas klaim Trump yang menyebut perang antara AS–Israel dan Iran akan segera berakhir dalam waktu dekat.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menegaskan masa depan kawasan Timur Tengah berada di tangan kekuatan militer Iran.
“Kamilah yang akan menentukan akhir perang. Situasi dan status masa depan kawasan ini sekarang berada di tangan angkatan bersenjata kami,” demikian pernyataan IRGC seperti dikutip AFP, Selasa (10/3/2026).
IRGC juga menegaskan bahwa pasukan Amerika Serikat tidak memiliki kendali untuk mengakhiri konflik yang tengah berlangsung di kawasan tersebut.
Trump Klaim Perang Segera Berakhir
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang pecah sejak 28 Februari 2026 diperkirakan akan segera mereda.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers di Florida, Senin (9/3/2026).
“Ini akan segera berakhir, dan jika dimulai lagi, mereka akan terkena dampak yang lebih parah,” kata Trump.
Pernyataan itu disampaikan di tengah kekhawatiran global terhadap kemungkinan eskalasi konflik Timur Tengah yang berpotensi memicu dampak ekonomi internasional.
Pasar Global Sempat Bergejolak
Ketegangan geopolitik di kawasan tersebut sempat memicu gejolak pasar global.
Pada Senin (9/3/2026), bursa saham dunia mengalami tekanan, sementara harga minyak mentah melonjak hingga US$119 per barel, level tertinggi sejak Juli 2022.
Lonjakan tersebut dipicu kekhawatiran bahwa konflik akan mengganggu pasokan energi global, terutama setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia.
Penunjukan Mojtaba Khamenei Picu Eskalasi
Ketegangan semakin meningkat setelah Iran menunjuk Mojtaba Khamenei, putra mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, sebagai pengganti ayahnya.
Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari 2026.
Penunjukan Mojtaba diikuti dengan serangan rudal Iran ke wilayah Israel serta sejumlah negara Arab, yang memperkuat sinyal bahwa konflik berpotensi terus berlanjut.
Aksi militer tersebut juga memicu kekhawatiran bahwa Selat Hormuz akan tetap diblokir, jalur yang sebelumnya ditutup Iran sehari setelah serangan AS–Israel.
Pasar Mulai Stabil
Meski sempat memicu ketegangan, pernyataan Trump mengenai kemungkinan meredanya konflik memberikan efek positif pada pasar keuangan global.
Indeks Wall Street kembali bergerak ke zona positif, sementara bursa Tokyo dan Seoul dibuka menguat pada perdagangan Selasa.
Harga minyak dunia juga mulai mengalami penurunan setelah sebelumnya melonjak tajam.
Tercatat, harga minyak mentah turun sekitar 5 persen setelah sempat menyentuh level US$119 per barel pada perdagangan Senin. (*)




















