JAKARTA | Sentrapos.co.id — Ketegangan geopolitik di Timur Tengah semakin memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) agar segera mengosongkan seluruh fasilitas industri dan bisnis mereka di kawasan tersebut.
Teheran secara resmi memasukkan berbagai perusahaan milik Amerika Serikat yang beroperasi di Timur Tengah ke dalam daftar “target militer yang sah” dalam konflik yang kini melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Informasi tersebut disampaikan melalui laporan kantor berita Fars yang menyebut IRGC juga meminta warga sipil yang tinggal di sekitar fasilitas milik perusahaan Amerika untuk segera meninggalkan wilayah tersebut guna menghindari potensi serangan.
“Seluruh fasilitas industri dan bisnis milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah telah dimasukkan sebagai target militer yang sah,” demikian pernyataan yang dikutip dari sumber militer Iran.
Menurut laporan Anadolu Agency, pemerintah Iran merilis daftar panjang perusahaan Amerika yang memiliki operasi bisnis strategis di sejumlah negara Timur Tengah, termasuk Amman (Yordania), Abu Dhabi, dan Dubai di Uni Emirat Arab (UEA).
Daftar Perusahaan AS yang Masuk Target Iran
Dalam daftar yang dirilis Teheran, sejumlah perusahaan teknologi, pertahanan, energi hingga sektor keuangan disebut berpotensi menjadi sasaran serangan.
Sektor Teknologi dan Pertahanan
-
Lockheed Martin
-
Boeing
-
Microsoft
-
Oracle
-
Amazon Web Services (AWS)
-
NSO Group
Sektor Energi dan Komoditas
-
ExxonMobil
-
Trafigura
Sektor Finansial dan Konsultan




















