-
Citigroup
-
KKR
-
Boston Consulting Group (BCG)
-
Bain & Company
Peringatan Iran tersebut dinilai bukan sekadar ancaman retoris. Pada 2 Maret 2026, Amazon mengonfirmasi bahwa dua pusat data mereka di Uni Emirat Arab serta satu fasilitas lainnya di Bahrain mengalami kerusakan fisik akibat serangan drone yang terjadi di tengah eskalasi konflik regional.
Konflik Timur Tengah Makin Membesar
Ketegangan militer di kawasan Timur Tengah meningkat drastis sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang memicu gelombang respons militer dari Teheran.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan sejumlah serangan rudal dan drone yang menargetkan wilayah Israel dan Yordania. Operasi militer tersebut kemudian meluas dengan sasaran tambahan di Irak serta sejumlah negara Teluk yang menampung fasilitas militer Amerika Serikat.
Eskalasi konflik ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur di berbagai negara, tetapi juga memicu gangguan serius terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk terganggunya jalur penerbangan internasional dan meningkatnya ketidakpastian di pasar energi dunia.
Para pengamat geopolitik menilai situasi di Timur Tengah saat ini berada pada titik kritis dan berpotensi berkembang menjadi konflik regional yang lebih luas jika tidak segera dilakukan langkah diplomasi internasional.
(*)



















