TEHERAN | Sentrapos.co.id – Militer Israel menyatakan tidak mengetahui adanya serangan udara yang menargetkan sebuah sekolah perempuan di Iran selatan, sebagaimana dilaporkan otoritas Teheran. Pernyataan ini muncul setelah laporan korban tewas dalam insiden tersebut disebut mencapai 148 orang.
Juru Bicara Militer Israel, Letnan Kolonel Nadav Shoshani, mengatakan pihaknya tidak memiliki informasi terkait serangan yang diklaim dilakukan bersama Amerika Serikat.
“Pada saat ini, kami tidak mengetahui adanya serangan Israel atau AS di sana. Kami beroperasi dengan cara yang sangat akurat,” ujarnya, dikutip AFP, Minggu (1/3).
Sekolah di Minab Jadi Titik Ledakan
Otoritas Iran sebelumnya melaporkan ledakan menghantam sekolah perempuan di kota Minab pada Sabtu (28/1). Jaksa penuntut setempat menyebut korban tewas meningkat menjadi 148 orang, dengan 95 lainnya mengalami luka-luka.
Media internasional melaporkan hasil pelacakan video lokasi kejadian mengarah ke Sekolah Shajaba Tayyiba, yang disebut berjarak sekitar 61 meter dari sebuah pangkalan militer Iran.
Citra satelit menunjukkan bahwa bangunan sekolah dan fasilitas militer tersebut telah terpisah setidaknya sejak 2016, meski sebelumnya diduga berada dalam satu kompleks.
Serangan Meluas ke 20 Provinsi
Serangan udara dilaporkan terjadi saat negosiasi nuklir masih berlangsung. Organisasi kemanusiaan Bulan Sabit Merah Iran menyebut serangan gabungan menyasar 20 dari 31 provinsi di Iran.
Dalam perkembangan dramatis, pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan tewas. Selain itu, Menteri Pertahanan Iran Amir Hatami dan Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Mohammed Pakpour juga disebut menjadi korban.
Pemerintah Iran belum merinci secara terbuka kronologi lengkap maupun bukti teknis yang menguatkan tuduhan keterlibatan pihak asing dalam insiden sekolah tersebut.
Pernyataan Gedung Putih
Presiden Donald Trump menyatakan operasi militer dilakukan untuk melindungi kepentingan nasional Amerika Serikat.
“Operasi skala besar yang sedang berlangsung demi membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman nyata,” ujarnya, dikutip NPR.
Namun hingga kini, belum ada konfirmasi independen yang sepenuhnya memverifikasi detail klaim dari masing-masing pihak.
Situasi Memanas, Dunia Internasional Soroti Eskalasi
Ketegangan antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat berpotensi memperluas konflik kawasan. Komunitas internasional mendesak transparansi, investigasi independen, serta perlindungan terhadap warga sipil di tengah eskalasi militer yang terjadi.
Insiden di Minab menjadi sorotan tajam karena menyasar fasilitas pendidikan, yang secara hukum internasional termasuk objek sipil yang harus dilindungi.
Perkembangan situasi ini masih dinamis dan terus dipantau berbagai pihak. (*)




















