Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Israel Tewaskan Menteri Intelijen Iran, Konflik Memanas! Fasilitas Gas Diserang, Teheran Ancam Hancurkan Energi Teluk

57
×

Israel Tewaskan Menteri Intelijen Iran, Konflik Memanas! Fasilitas Gas Diserang, Teheran Ancam Hancurkan Energi Teluk

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Eskalasi konflik Timur Tengah semakin memanas setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengonfirmasi tewasnya Menteri Intelijen Esmail Khatib akibat serangan Israel. Pembunuhan ini menjadi yang ketiga terhadap pejabat tinggi Iran dalam kurun dua hari terakhir.

Sebelumnya, Kepala Keamanan Ali Larijani dan pimpinan Basij juga dilaporkan tewas dalam serangan udara Israel. Rentetan serangan ini menandai peningkatan signifikan dalam strategi militer Israel yang kini menyasar elite penting pemerintahan Iran.

“Pembunuhan pengecut ini tidak akan menghentikan perjuangan kami. Jalan mereka akan berlanjut lebih kuat,” tegas Presiden Iran.


Serangan Terarah: Elite Iran Jadi Target

Esmail Khatib dikenal sebagai sosok strategis yang dekat dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Analis menyebut kematiannya sebagai pukulan serius terhadap struktur intelijen Iran.

Sumber militer Israel menyatakan bahwa operasi ini didukung intelijen akurat yang memungkinkan eliminasi tiga pejabat tinggi hanya dalam waktu 24 jam.

Langkah ini juga diperkuat kebijakan terbaru pemerintah Israel yang memberikan kewenangan penuh kepada militer untuk menargetkan pejabat senior Iran tanpa persetujuan khusus per kasus.

“Ini menunjukkan perubahan besar dalam doktrin militer Israel yang kini lebih agresif dan terarah.”


AS Ikut Terlibat, Targetkan Infrastruktur Energi

Konflik semakin kompleks setelah Amerika Serikat dilaporkan berkolaborasi dengan Israel menyerang fasilitas gas utama Iran di South Pars—cadangan gas terbesar dunia.

Serangan tersebut memicu kebakaran di kawasan energi vital Iran yang menyuplai sekitar 70% kebutuhan gas domestik negara tersebut.

Meski belum ada pernyataan resmi dari Washington maupun Tel Aviv, militer Israel mengakui adanya koordinasi erat dengan AS dalam setiap operasi.

“Tidak ada kesenjangan antara kami dan AS, koordinasi berjalan sangat baik,” ujar juru bicara militer Israel.


Iran Ancam Serang Energi Teluk

Merespons serangan tersebut, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengeluarkan ancaman keras. Iran memperingatkan akan menghancurkan infrastruktur energi negara-negara Teluk yang dianggap sekutu AS.

Negara yang disebut antara lain Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Ancaman ini bukan sekadar retorika, setelah serangan rudal Iran dilaporkan merusak fasilitas gas Ras Laffan di Qatar.

“Jika serangan terhadap energi Iran berlanjut, maka fasilitas energi kawasan akan menjadi target balasan tanpa henti,” tegas IRGC.


Dunia Bereaksi: Risiko Krisis Energi Global

Serangan terhadap fasilitas energi memicu kekhawatiran global. Negara-negara seperti Irak dan Uni Emirat Arab mengecam keras aksi militer tersebut.

Mereka menilai penargetan infrastruktur energi sebagai eskalasi berbahaya yang dapat mengancam stabilitas global, termasuk pasokan energi dan keamanan maritim.

“Penargetan fasilitas energi adalah ancaman langsung terhadap keamanan energi global dan keselamatan sipil,” bunyi pernyataan resmi UEA.


Konflik Menuju Fase Berbahaya

Dengan meningkatnya serangan terhadap pejabat tinggi dan fasilitas vital, konflik Iran–Israel kini memasuki fase baru yang lebih berbahaya.

Potensi perang terbuka dan meluas ke kawasan Teluk semakin besar, dengan risiko dampak global pada sektor energi, ekonomi, dan keamanan internasional.

“Jika eskalasi terus berlanjut, dunia berpotensi menghadapi krisis energi dan konflik multi-front yang sulit dikendalikan.” (*)