TEHERAN | Sentrapos.co.id — Sedikitnya 80 jet tempur Angkatan Udara Israel (Israel Air Force) dilaporkan melancarkan serangan udara besar-besaran ke Teheran, Iran, pada Sabtu (7/3/2026) waktu setempat. Serangan tersebut disebut menyasar sejumlah fasilitas militer, peluncur rudal, serta lokasi strategis milik pemerintah Iran.
Militer Israel menyatakan operasi tersebut merupakan bagian dari gelombang serangan lanjutan terhadap infrastruktur yang disebut terkait dengan aktivitas militer Iran.
“Lebih dari 80 jet tempur Angkatan Udara Israel melakukan gelombang serangan tambahan yang menargetkan infrastruktur milik rezim Iran,” demikian pernyataan militer Israel seperti dilaporkan kantor berita AFP, Sabtu (7/3/2026).
Serangan Menyasar Infrastruktur Militer Iran
Dalam operasi udara tersebut, jet tempur Israel disebut menargetkan berbagai instalasi militer, sistem peluncur rudal, serta titik strategis pertahanan Iran yang berada di ibu kota Teheran dan wilayah sekitarnya.
Serangan ini menjadi salah satu operasi udara terbesar dalam eskalasi konflik yang terjadi dalam beberapa hari terakhir di kawasan Timur Tengah.
Konflik Iran–AS Memasuki Pekan Pertama
Perang terbuka antara Iran melawan Amerika Serikat dan sekutunya, termasuk Israel, kini memasuki pekan pertama sejak eskalasi militer meningkat.
Konflik tersebut dilaporkan telah menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta gangguan terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk lonjakan harga energi dan kekhawatiran terhadap jalur distribusi logistik internasional.
Situasi geopolitik yang memanas juga memicu kekhawatiran komunitas internasional terhadap kemungkinan perluasan konflik regional.
Laporan Intelijen: Rusia Diduga Bantu Iran
Di tengah eskalasi konflik, muncul laporan bahwa Rusia diduga memberikan dukungan intelijen kepada Iran terkait penargetan pasukan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Informasi tersebut dilaporkan oleh The Washington Post, yang mengutip keterangan dari tiga pejabat Amerika Serikat yang mengetahui laporan intelijen tersebut.
Jika informasi tersebut terbukti, hal ini menjadi indikasi awal bahwa konflik yang sedang berlangsung berpotensi melibatkan kekuatan global lain secara tidak langsung.
Ancaman Eskalasi Konflik Global
Keterlibatan tidak langsung negara besar seperti Rusia dinilai dapat memperluas konflik yang saat ini sudah melibatkan sejumlah negara di Timur Tengah.
Situasi ini juga meningkatkan kekhawatiran dunia internasional terhadap potensi eskalasi konflik berskala lebih luas, mengingat Rusia merupakan salah satu negara dengan kapabilitas militer dan intelijen yang sangat kuat.
Para analis geopolitik menilai konflik yang berkembang ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap keamanan global, stabilitas kawasan Timur Tengah, serta ekonomi dunia. (*)




















