ZENICA | SENTRAPOS.CO.ID – Italia kembali berada di titik krusial dalam perjalanan mereka menuju Piala Dunia 2026. Tim berjuluk Azzurri itu akan menghadapi Bosnia & Herzegovina dalam laga final play-off yang digelar di Stadion Bilino Polje, Zenica, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.
Pertandingan ini menjadi penentu nasib Italia, yang dalam dua edisi terakhir gagal lolos ke putaran final. Tekanan besar pun kembali menghantui tim asuhan Gennaro Gattuso.
Kemenangan 2-0 atas Irlandia Utara di semifinal menjadi modal penting. Gol dari Sandro Tonali dan Moise Kean memastikan langkah Italia tetap hidup dalam perebutan tiket menuju panggung sepak bola terbesar dunia.
“Kami tidak boleh gagal. Pertandingan seperti ini selalu sulit, apalagi ketika kesalahan sekecil apa pun bisa berakibat fatal,” tegas Gennaro Gattuso.
Italia Mulai Menemukan Ritme, Tapi Belum Sempurna
Di bawah kepemimpinan Gattuso sejak September lalu, Italia menunjukkan peningkatan signifikan. Produktivitas gol meningkat dengan rata-rata lebih dari dua gol per pertandingan.
Namun, masalah di lini belakang masih menjadi catatan serius. Dua kekalahan telak dari Norwegia sebelumnya membuktikan bahwa Azzurri masih rentan saat menghadapi tekanan tinggi.
Gattuso mengakui timnya sempat melakukan kesalahan taktik, namun kini mulai berbenah.
“Dalam tujuh bulan, tim ini berkembang. Kami lebih peka terhadap ancaman dan bermain lebih solid,” ujar Gattuso.
Fokus pada Stabilitas, Bukan Sekadar Atraktif
Gattuso menegaskan bahwa ia kini lebih memilih pendekatan pragmatis dibanding permainan atraktif.
“Saya lebih suka tim yang solid dan tidak banyak menderita, meski tidak terlihat mencolok,” tambahnya.
Pendekatan ini terlihat dari kemungkinan besar Italia tetap mempertahankan susunan pemain yang sama seperti saat menghadapi Irlandia Utara.
Mateo Retegui diprediksi kembali berduet dengan Moise Kean di lini depan, sementara lini tengah akan dikomandoi Manuel Locatelli bersama Nicolo Barella dan Sandro Tonali.
Donnarumma: Ini Laga yang Sangat Berarti
Penjaga gawang Italia, Gianluigi Donnarumma, menegaskan pentingnya laga ini bagi seluruh tim.
“Kami ingin ke Piala Dunia. Ini pertandingan yang sangat berarti dan kami harus fokus,” kata Donnarumma.
Ia juga mengakui bahwa skuad Italia saat ini masih relatif muda dan sempat mengalami tekanan di laga sebelumnya.
“Rasa gugup itu wajar. Yang penting kami belajar dan tidak mengulang kesalahan,” imbuhnya.
Bosnia Siap Jadi Batu Sandungan
Di sisi lain, Bosnia & Herzegovina tidak akan tinggal diam. Bermain di kandang sendiri, mereka siap memberikan perlawanan sengit.
Nama muda Kerim Alajbegovic diprediksi menjadi kejutan setelah tampil gemilang di semifinal. Ia akan mendukung duet berpengalaman Edin Dzeko dan Ermedin Demirovic di lini depan.
Kembalinya Sead Kolasinac di lini belakang juga menjadi tambahan kekuatan bagi tuan rumah.
Atmosfer Stadion Bilino Polje yang dikenal angker bagi tim tamu dipastikan akan menjadi tantangan tersendiri bagi Italia.
Laga Penentuan: Segalanya Bisa Terjadi
Pertandingan ini dipastikan berlangsung panas dan penuh tekanan. Jika skor imbang dalam waktu normal, laga akan berlanjut ke babak tambahan hingga adu penalti.
Bagi Italia, ini bukan sekadar pertandingan, melainkan kesempatan untuk menghapus trauma kegagalan di masa lalu dan kembali ke panggung Piala Dunia setelah absen sejak 2014. (*)
Poin Utama Berita
- Italia hadapi Bosnia di final play-off Piala Dunia 2026
- Laga penentuan digelar di Stadion Bilino Polje, Zenica
- Azzurri menang 2-0 atas Irlandia Utara di semifinal
- Gattuso fokus pada permainan solid dan pragmatis
- Donnarumma tekankan pentingnya laga bagi tim
- Bosnia mengandalkan pemain muda dan kekuatan kandang
- Pemenang laga langsung lolos ke Piala Dunia 2026

















