“Basis kajian kami adalah pelayanan, bagaimana jaringan ini bisa terintegrasi dengan moda transportasi lain sehingga konektivitas dan mobilitas warga Jakarta benar-benar terlayani,” jelasnya.
JIS Dinilai Jadi Pusat Mobilitas Baru
Dalam kajian tersebut, kawasan Jakarta International Stadium (JIS) dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat mobilitas baru di wilayah utara Jakarta.
Menurut Iwan, keberadaan stadion tersebut berpotensi menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi dan aktivitas masyarakat di kawasan tersebut.
“JIS menjadi ikon baru di sisi utara Jakarta dan dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi serta mempermudah mobilitas warga dari pusat dan selatan menuju utara,” ujarnya.
Tantangan Pendanaan Proyek
Meski perizinan telah tersedia, Jakpro masih harus mempertimbangkan berbagai faktor sebelum menentukan proyek prioritas. Salah satu tantangan utama adalah skema pendanaan proyek serta minat investor.
Iwan mengakui bahwa kondisi ekonomi global serta keterbatasan anggaran dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat perusahaan harus mencari strategi pembiayaan yang lebih kreatif.
“Dengan kondisi saat ini, Jakpro harus memikirkan berbagai kreativitas dari sisi pendanaan,” kata Iwan.
Tunggu Arahan Gubernur DKI Jakarta
Hasil kajian pengembangan jaringan LRT tersebut nantinya akan disampaikan kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk menentukan jalur mana yang akan diprioritaskan pembangunannya.
“Kami akan menyusun laporan kepada Bapak Gubernur agar beliau dapat melihat gambaran utuh dan menentukan proyek mana yang didahulukan,” ujar Iwan.
Pengembangan jaringan LRT Jakarta diharapkan dapat memperkuat sistem transportasi massal di ibu kota sekaligus meningkatkan konektivitas antarwilayah dari Jakarta Selatan, pusat kota, hingga kawasan utara dan timur Jakarta. (*)




















