SURABAYA | Sentrapos.co.id – Warga di perbatasan Asemrowo dan Krembangan, Surabaya, akhirnya bisa bernapas lega. Jembatan kayu lapuk di kawasan Genting, Kalianak, yang selama ini membahayakan keselamatan, kini mulai dipugar menjadi jembatan permanen.
Sebelumnya, kondisi jembatan tersebut sangat memprihatinkan. Struktur kayu yang membusuk membuat warga harus ekstra hati-hati saat melintas, bahkan berisiko ambruk sewaktu-waktu.
Pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari program besar pembangunan 68 jembatan di Jawa Timur yang digagas melalui inisiatif nasional “Jembatan Garuda”. Proyek tersebut melibatkan kolaborasi antara Kodam V/Brawijaya dan Pemerintah Kota Surabaya.
Pangdam V/Brawijaya, Rudy Saladin, menegaskan bahwa pembangunan jembatan bukan sekadar infrastruktur, melainkan langkah strategis membuka akses ekonomi masyarakat.
“Total ada 68 jembatan, baik beton maupun gantung. Ini untuk membuka isolasi ekonomi dan akses mobilitas warga,” tegasnya.
Dari total pembangunan tersebut, sebanyak 43 jembatan akan dibangun dengan konstruksi beton, sementara 15 lainnya berupa jembatan gantung yang difokuskan untuk menjangkau wilayah terpencil dan sulit diakses.
Warga setempat menyambut baik proyek ini. Siti Khomsanah, salah satu warga Genting, mengaku pembangunan jembatan sangat dinantikan karena menyangkut keselamatan sekaligus kelancaran aktivitas sehari-hari.
“Selama ini kami khawatir saat melintas. Semoga jembatan baru ini lebih aman dan membantu ekonomi warga,” ujarnya.
Program ini juga menjadi bagian dari sinergi pemerintah pusat dan TNI dalam mempercepat pembangunan infrastruktur daerah, sejalan dengan komitmen nasional yang juga didorong oleh Prabowo Subianto dalam memperkuat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi.
Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan wilayah yang sebelumnya terisolasi dapat terhubung lebih baik, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (*)
Poin Utama Berita
- Jembatan kayu lapuk di Asemrowo–Krembangan Surabaya dipugar menjadi permanen
- Masuk program pembangunan 68 jembatan di Jawa Timur
- 43 jembatan beton dan 15 jembatan gantung untuk wilayah terpencil
- Kolaborasi TNI AD dan Pemkot Surabaya percepat pembangunan
- Akses ekonomi dan mobilitas warga jadi prioritas utama
- Warga menyambut positif karena meningkatkan keselamatan

















