JAKARTA | Sentrapos.co.id – Jenazah pengusaha nasional sekaligus pemilik Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, tiba di rumah duka Grand Heaven, Pluit, Jakarta Utara, pada Jumat (20/3/2026) pukul 11.30 WIB.
Kedatangan jenazah disambut suasana duka yang mendalam. Sejumlah pelayat telah hadir sejak pagi hari untuk memberikan penghormatan terakhir. Karangan bunga dari berbagai kalangan juga tampak memenuhi area depan ruang duka.
Setibanya di lokasi, jenazah langsung dibawa ke ruang mortuary untuk menjalani proses pembersihan dan perawatan sebelum disemayamkan.
Jenazah almarhum dijadwalkan akan disemayamkan di Grand Heaven mulai 20 hingga 22 Maret 2026, menempati ruang 103–105 serta 107–108. Selanjutnya, jenazah akan diberangkatkan ke Kudus, Jawa Tengah, untuk prosesi penghormatan lanjutan.
“Jenazah akan disemayamkan di Grand Heaven Pluit sebelum diberangkatkan ke Kudus untuk rangkaian penghormatan terakhir,” demikian informasi resmi yang disampaikan pihak keluarga.
Jadwal Prosesi Lengkap
Rangkaian misa dan prosesi penghormatan telah disusun sebagai berikut:
- 21 Maret 2026: Misa tutup peti pukul 19.00 WIB di Grand Heaven, Jakarta
- 24 Maret 2026: Misa malam pukul 18.00 WIB di GOR Jati, Kudus
- 25 Maret 2026:
- Misa pelepasan pukul 08.00 WIB
- Pemberangkatan jenazah pukul 09.00 WIB menuju Godo, Rembang
- Upacara pemakaman pukul 10.40 WIB
- Prosesi pemakaman pukul 11.00 WIB
Prosesi di Kudus akan dipusatkan di GOR Jati, sebelum jenazah dimakamkan di Godo, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Wafat di Singapura
Sebelumnya, kabar duka ini dikonfirmasi oleh Corporate Communication Senior Manager Grup Djarum, Budi Darmawan. Ia menyampaikan bahwa Michael Bambang Hartono wafat pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15 waktu Singapura.
“Iya, Pak Michael Bambang Hartono wafat pada pukul 13.15 waktu Singapura,” ujar Budi.
Kepergian tokoh bisnis nasional ini meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga dunia usaha Indonesia. Sosoknya dikenal sebagai figur penting dalam perkembangan industri nasional melalui Grup Djarum.
Hingga saat ini, jenazah masih berada dalam proses perawatan sebelum dipindahkan ke ruang persemayaman untuk penghormatan terakhir dari keluarga, kerabat, dan masyarakat. (*)




















