Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Kapal Iran Kejar USS Abraham Lincoln, Militer AS Balas dengan Meriam dan Rudal Hellfire

67
×

Kapal Iran Kejar USS Abraham Lincoln, Militer AS Balas dengan Meriam dan Rudal Hellfire

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Ketegangan militer di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah kapal militer Iran dilaporkan mendekati kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln, yang tengah beroperasi di perairan regional.

Insiden tersebut berujung pada aksi militer dari pihak Amerika Serikat yang melepaskan tembakan menggunakan meriam Mark 45 kaliber 54 serta meluncurkan rudal Hellfire dari helikopter militer.

Dua pejabat Amerika Serikat yang mengetahui peristiwa tersebut menyebutkan bahwa tembakan meriam dilepaskan dari kapal Angkatan Laut AS sebagai respons terhadap pergerakan kapal Iran yang mendekati armada militer AS.

Meriam Mark 45 sendiri merupakan senjata yang terpasang di dek depan kapal perusak dan kapal penjelajah Angkatan Laut Amerika Serikat, serta telah menjadi meriam dek standar armada sejak awal 1970-an.

Menurut sumber tersebut, beberapa tembakan dilepaskan ke arah kapal Iran.

“Beberapa tembakan dilepaskan dari meriam Mark 45, namun belum jelas apakah tembakan itu dimaksudkan sebagai peringatan,” demikian laporan yang dikutip dari CBS News, Kamis (12/3/2026).

Rudal Hellfire Diluncurkan dari Helikopter

Selain menggunakan meriam kapal perang, militer AS juga meluncurkan dua rudal Hellfire dari helikopter menuju kapal Iran yang mendekati armada mereka.

Namun hingga kini belum ada informasi pasti mengenai kondisi atau nasib kapal Iran setelah serangan tersebut.

Jenis helikopter yang digunakan untuk meluncurkan rudal juga belum dipastikan secara resmi. Meski demikian, militer AS diketahui memiliki helikopter Seahawk AL dan helikopter serang AH-1Z Viper milik Korps Marinir, yang keduanya mampu membawa rudal Hellfire.

Armada AS di Timur Tengah Diperkuat

Kapal induk USS Abraham Lincoln saat ini berada di kawasan Timur Tengah sebagai bagian dari operasi militer Amerika Serikat di wilayah tersebut.

Dalam operasi tersebut, kapal induk tersebut didukung oleh kapal perusak USS Spruance dan USS Michael Murphy, serta beberapa kapal perusak rudal lainnya yang juga beroperasi di kawasan yang sama.

Namun pihak Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) belum memberikan konfirmasi detail terkait insiden tersebut.

“Kami tidak memiliki informasi apa pun untuk disampaikan mengenai hal ini,” kata juru bicara CENTCOM.

Ketegangan AS–Iran Meningkat

Sebelumnya, CENTCOM juga melaporkan adanya drone Iran jenis Shahed-139 yang mendekati kapal induk AS secara agresif. Drone tersebut kemudian ditembak jatuh oleh jet tempur Amerika Serikat.

Ketegangan militer di kawasan Timur Tengah meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran sejak 28 Februari.

Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan yang menargetkan Israel dan aset militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Selain itu, Iran juga mengumumkan penutupan Selat Hormuz serta mengancam akan menyerang kapal yang tidak mematuhi peringatan dari Pasukan Garda Revolusi Islam Iran.

Situasi ini menambah kekhawatiran global terhadap potensi eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah. (*)

Example 300250