Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
PERISTIWA

Kapal Tug Boat Musaffah 2 Tenggelam di Selat Hormuz, Kapten Asal Luwu Termasuk 3 WNI yang Hilang

75
×

Kapal Tug Boat Musaffah 2 Tenggelam di Selat Hormuz, Kapten Asal Luwu Termasuk 3 WNI yang Hilang

Sebarkan artikel ini
Kapten kapal tug boat Musaffah 2, Miswar Paturusi, yang hilang di Selat Hormuz usai kapalnya meledak dan tenggelam pada Jumat (6/3). Foto: Kumparan.com
Kapten kapal tug boat Musaffah 2, Miswar Paturusi, yang hilang di Selat Hormuz usai kapalnya meledak dan tenggelam pada Jumat (6/3). Foto: Kumparan.com
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Insiden tenggelamnya kapal tug boat Musaffah 2 di perairan Selat Hormuz dilaporkan menyebabkan tiga warga negara Indonesia (WNI) hilang. Salah satu korban yang masih dalam pencarian diketahui bernama Miswar Paturusi, kapten kapal yang berasal dari Desa Pattedong, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.

Informasi hilangnya Miswar diterima pihak keluarga dari rekan kerja korban pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 10.00 WITA.

Perwakilan keluarga korban, Sumarlin, mengatakan komunikasi terakhir korban dengan keluarganya terjadi beberapa hari sebelum insiden.

“Beliau menyampaikan kepada istrinya bahwa akan melakukan perjalanan menuju lokasi kerja,” kata Sumarlin saat dikonfirmasi, Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, pada Kamis (5/3) sekitar pukul 13.00 WITA, Miswar masih sempat membaca pesan dari anaknya melalui aplikasi percakapan. Namun pesan tersebut tidak sempat dibalas.

“Pesannya sempat dibaca, tapi tidak sempat dibalas. Setelah itu sudah tidak ada lagi kabar,” ujarnya.


Kapal Tug Boat Meledak dan Tenggelam di Selat Hormuz

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyampaikan bahwa insiden kapal Musaffah 2 terjadi sekitar pukul 02.00 waktu setempat di perairan antara Persatuan Emirat Arab (PEA) dan Oman.

Kapal berbendera PEA tersebut dilaporkan mengalami ledakan hebat yang memicu kebakaran sebelum akhirnya tenggelam.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan pemerintah Indonesia menerima laporan insiden tersebut pada hari yang sama.

“Pada tanggal 6 Maret 2026, Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat menerima laporan terkait insiden yang menimpa tug boat Musaffah 2 berbendera Persatuan Emirat Arab,” ujar Heni.

Namun hingga saat ini, pihak berwenang belum dapat memastikan penyebab pasti ledakan tersebut, termasuk kemungkinan apakah kapal terkena rudal atau faktor lain.


Empat Awak Selamat, Tiga WNI Masih Dicari

Berdasarkan informasi awal dari otoritas setempat dan perusahaan operator kapal Safeen Prestige, kapal Musaffah 2 diawaki oleh tujuh kru dari tiga negara, yakni Indonesia, India, dan Filipina.

Dari jumlah tersebut, empat awak kapal dilaporkan selamat, sementara tiga awak lainnya masih dalam proses pencarian.

“Empat awak kapal dilaporkan selamat, sedangkan tiga awak lainnya masih dalam proses pencarian,” kata Heni.

Salah satu WNI yang selamat dilaporkan mengalami luka bakar dan saat ini sedang menjalani perawatan di rumah sakit di Kota Khasab, Oman.

Selain itu, terdapat satu WNI lain yang berada di lokasi kejadian namun berada di kapal berbeda sehingga tidak terdampak langsung dan dalam kondisi selamat.


KBRI Intensifkan Koordinasi Pencarian

Saat ini KBRI Abu Dhabi dan KBRI Muscat terus melakukan koordinasi intensif dengan otoritas setempat serta pihak perusahaan operator kapal untuk mempercepat proses pencarian tiga WNI yang masih hilang.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga terus memantau perkembangan penanganan korban serta memastikan keluarga para awak kapal di Tanah Air mendapatkan informasi terbaru.

“Kementerian Luar Negeri juga mendorong penyelidikan menyeluruh atas insiden ini,” ujar Heni.

Pemerintah berharap upaya pencarian yang dilakukan oleh tim penyelamat di perairan Selat Hormuz dapat segera menemukan para korban yang masih hilang.

Example 300250