Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
INTERNASIONALPERISTIWA

Kapal Selam AS Tenggelamkan Fregat Iran IRIS Dena di Samudra Hindia, 87 Pelaut Tewas

69
×

Kapal Selam AS Tenggelamkan Fregat Iran IRIS Dena di Samudra Hindia, 87 Pelaut Tewas

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Sebuah kapal selam Amerika Serikat (AS) dilaporkan menembakkan torpedo dan menenggelamkan kapal perang fregat milik Iran, IRIS Dena, di perairan selatan Sri Lanka, Rabu (4/3/2026). Serangan tersebut menjadi bagian dari operasi militer Washington di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara AS, Israel, dan Iran.

Dalam insiden itu, setidaknya 87 pelaut Iran dilaporkan tewas, sementara puluhan lainnya berhasil diselamatkan setelah kapal perang tersebut tenggelam di perairan internasional.

Fregat IRIS Dena diketahui sedang berlayar kembali setelah mengikuti latihan angkatan laut di Teluk Benggala ketika torpedo diluncurkan dari kapal selam AS.

Pentagon Konfirmasi Serangan Torpedo

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth mengonfirmasi bahwa kapal selam AS menembakkan torpedo berat Mark 48 yang menghantam fregat Iran hingga tenggelam.

Rekaman serangan tersebut bahkan telah dirilis oleh Pentagon.

“Sebuah kapal selam Amerika menenggelamkan kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional,” kata Hegseth dalam pernyataan resminya.

Menurutnya, operasi tersebut merupakan bagian dari strategi militer Amerika Serikat untuk menekan kekuatan militer Iran di tengah konflik yang semakin meluas.

“Kapal itu ditenggelamkan oleh torpedo—sebuah kematian yang sunyi. Ini adalah penenggelaman kapal musuh pertama oleh torpedo sejak Perang Dunia II,” ujarnya.

Sri Lanka Terima Panggilan Darurat

Menteri Luar Negeri Sri Lanka Vijitha Herath mengatakan pihak penjaga pantai menerima panggilan darurat dari kapal IRIS Dena sekitar pukul 05.08 pagi waktu setempat yang melaporkan adanya ledakan besar.

Pemerintah Sri Lanka segera mengirimkan kapal angkatan laut untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.

“Pada pukul 06.00 kami mengirim satu kapal angkatan laut dan pada pukul 07.00 kapal kedua menyusul ke lokasi,” kata Herath.

Kapal tersebut berada di Zona Ekonomi Eksklusif Sri Lanka, sekitar 81 kilometer dari lepas pantai Galle, ketika serangan terjadi.

32 Awak Selamat, Operasi Penyelamatan Berlanjut

Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka Buddhika Sampath mengatakan tim penyelamat menemukan kapal sudah tenggelam saat tiba di lokasi.

Yang tersisa hanya tumpahan minyak di permukaan laut.

Dari sekitar 180 awak kapal, sebanyak 32 orang berhasil diselamatkan, sementara 87 jenazah telah dievakuasi.

“Upaya penyelamatan masih terus berlangsung dan fokus utama operasi ini adalah membantu para penyintas,” ujar Sampath.

Legalitas Serangan Dipertanyakan

Serangan AS terhadap kapal perang Iran tersebut menuai kritik dari sejumlah pengamat militer terkait legalitas hukum internasional.

Pasalnya, kapal tersebut disebut sedang dalam perjalanan pulang setelah mengikuti latihan bersama Angkatan Laut India dan tidak sedang terlibat dalam pertempuran aktif.

Mantan analis penargetan Pentagon Wes Bryant mempertanyakan dasar hukum penyerangan tersebut.

“Apakah kapal itu benar-benar menjadi ancaman langsung? Jika tidak, maka serangan ini bisa menjadi contoh tindakan militer yang melampaui batas dan sangat berbahaya,” kata Bryant.

Insiden ini semakin mempertegang situasi geopolitik global setelah serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir. (*)

Example 300250