Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
HUKUM & KRIMINALPERISTIWAVIRAL

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus Naik Penyidikan, Polisi Buru Pelaku dan Ungkap Foto Viral Diduga AI

82
×

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus Naik Penyidikan, Polisi Buru Pelaku dan Ungkap Foto Viral Diduga AI

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id — Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, resmi naik ke tahap penyidikan oleh aparat kepolisian.

Perkembangan tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, Roby Saputra.

“Betul, sudah naik sidik,” ujar AKBP Roby Saputra, Sabtu (14/3/2026).

Meski status perkara telah meningkat ke tahap penyidikan, polisi menyebut proses penetapan tersangka masih memerlukan tahapan hukum dan pengumpulan alat bukti yang cukup. Hingga kini, aparat masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku.


Foto Terduga Pelaku Viral di Media Sosial

Di tengah proses penyelidikan, media sosial diramaikan dengan beredarnya foto wajah pria yang diduga pelaku penyiraman air keras tersebut.

Foto tersebut pertama kali diunggah oleh akun X (Twitter) @Robe1807 pada Sabtu (14/3/2026). Unggahan itu turut menampilkan tangkapan layar dari akun resmi United Nations Human Rights Office yang menyoroti kasus penyiraman terhadap Andrie Yunus.

Dalam foto yang beredar terlihat dua pria berboncengan sepeda motor.

Pengendara di bagian depan tampak mengenakan topi biru muda dan helm hitam, sementara pria yang duduk di belakang terlihat mengenakan kemeja biru tua tanpa helm.

Namun polisi memastikan foto tersebut bukan bukti autentik, melainkan hasil rekayasa digital.


Polisi Temukan Kejanggalan pada Foto

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat menegaskan foto yang viral di media sosial tersebut merupakan hasil manipulasi menggunakan teknologi artificial intelligence (AI).

Menurutnya, foto tersebut justru dapat mengganggu proses penyelidikan karena berpotensi menyesatkan publik mengenai ciri-ciri pelaku yang sebenarnya.

“Kami terganggu dengan editing foto ini karena mendistrak ciri-ciri pelaku sebenarnya,” kata Roby Saputra.

Penyidik menemukan sejumlah kejanggalan pada foto tersebut. Salah satunya adalah bentuk bahu pengendara yang terlihat seolah membawa tas ransel, namun tidak tampak adanya tas di bagian punggungnya.

Selain itu, posisi tangan yang mengepal di bagian pinggang kanan pengendara juga dinilai tidak wajar secara visual, sehingga memperkuat dugaan bahwa gambar tersebut merupakan hasil rekayasa digital.

Polisi menyatakan saat ini fokus utama penyidik adalah mengungkap pelaku utama kasus penyiraman air keras tersebut, bukan menindak pengunggah foto editan.


Kapolda Metro Jaya Minta Publik Bersabar

Sementara itu, Kapolda Polda Metro Jaya, Asep Edi Suheri, meminta masyarakat bersabar dan memberi waktu kepada penyidik untuk mengungkap kasus tersebut.

“Masih dilakukan pendalaman. Anggota saya masih bekerja, doakan saja bisa terungkap dengan cepat,” ujar Asep.

Tim digital forensik kepolisian saat ini juga tengah melakukan penelusuran terhadap rekaman CCTV asli di sekitar lokasi kejadian.

Penyelidikan difokuskan pada area Jalan Salemba I hingga Jalan Talang, Senen, Jakarta Pusat, yang menjadi titik lokasi terjadinya aksi penyiraman.


Kronologi Penyiraman Air Keras

Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.30 WIB di kawasan Jalan Salemba, Jakarta Pusat.

Saat itu korban melintas di lokasi ketika dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor mendekatinya dari arah berlawanan.

Kedua pelaku diduga menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021.