JAKARTA | Sentrapos.co.id – Penanganan kasus teror penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, dinilai berjalan lambat. Sepekan setelah pengungkapan awal, belum ada perkembangan signifikan dalam proses penyidikan.
Pihak TNI menyatakan bahwa penyidikan terhadap empat personel yang telah ditetapkan sebagai tersangka masih terus berjalan. Namun, proses tersebut disebut sempat terhambat oleh momentum Idul Fitri.
“Sampai saat ini proses penyidikan terhadap empat personel yang diduga melakukan penganiayaan terhadap saudara AY sedang berjalan. Mohon menunggu hingga seluruh proses selesai,” ujar Aulia Dwi Nasrullah, Selasa (24/3/2026).
Korban Alami Kerusakan Mata Serius
Sementara itu, kondisi korban masih dalam perawatan intensif di RSCM. Tim medis mengungkap adanya kerusakan serius pada bagian mata.
Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menyebutkan bahwa Andrie mengalami kerusakan sel punca kornea hingga 40 persen.
“Tim medis telah melakukan pemasangan membran amnion serta terapi anti-inflamasi untuk mendukung proses penyembuhan,” jelasnya.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menambahkan korban juga mengalami trauma mata tingkat tiga.
“Trauma yang dialami cukup parah, namun kondisinya mulai berangsur membaik,” ujarnya.
Dugaan Pelaku Lebih dari Empat Orang
Di sisi lain, Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengungkap dugaan bahwa pelaku dalam kasus ini tidak hanya empat orang, melainkan melibatkan belasan individu.
Direktur LBH Jakarta, Fadhil Alfathan, menyebut temuan tersebut berasal dari investigasi independen.
“Operasi ini diduga melibatkan belasan orang dan terdapat indikasi keterlibatan sipil,” ungkapnya.
Menurutnya, jumlah pelaku yang disampaikan aparat saat ini dinilai jauh dari temuan tim advokasi di lapangan.
Desakan Transparansi kepada TNI
TAUD juga mendesak Puspom TNI untuk membuka informasi secara transparan, termasuk merilis identitas visual para tersangka yang telah diumumkan.
“Kami mendesak agar Puspom TNI menunjukkan pelaku secara langsung agar bisa diverifikasi oleh publik secara independen,” tegas perwakilan tim advokasi.
Edukasi: Pentingnya Transparansi dan Akuntabilitas
Kasus ini menjadi sorotan publik terkait pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum, terutama jika melibatkan aparat negara.
Pengungkapan yang terbuka dan berbasis bukti dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan masyarakat serta memastikan keadilan bagi korban. (*)




















