Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWA

Kebakaran Hebat di Soekarno-Hatta Bandung, 8 Kios Ludes Dilalap Api Subuh Hari

56
×

Kebakaran Hebat di Soekarno-Hatta Bandung, 8 Kios Ludes Dilalap Api Subuh Hari

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANDUNG | Sentrapos.co.id — Kebakaran hebat melanda kawasan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Kamis (26/3/2026) dini hari. Sedikitnya delapan kios dilaporkan hangus terbakar setelah kobaran api cepat merambat dan membesar.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIB saat kondisi lingkungan masih sepi. Api diduga dengan cepat menyebar karena banyaknya material bangunan yang mudah terbakar seperti kayu.

“Awalnya api terlihat kecil di beberapa bangunan, tapi dalam waktu singkat langsung membesar dan melalap semuanya,” ujar Suli Andian, warga setempat.

Api Cepat Merambat, Kendaraan Ikut Terbakar

Kobaran api tidak hanya menghanguskan kios, tetapi juga merembet ke sejumlah bangunan lain di sekitarnya. Bahkan beberapa kendaraan yang berada di lokasi turut terbakar akibat ganasnya api.

Warga sekitar tidak dapat berbuat banyak karena api sudah terlanjur membesar saat pertama kali terlihat.

“Semua kios sedang ditinggal penghuninya, jadi tidak ada yang bisa menyelamatkan barang-barang,” tambah Suli.

Pemadaman Terkendala Material Mudah Terbakar

Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi mengalami kesulitan dalam proses pemadaman. Banyaknya bahan mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan dan terus menyala selama beberapa jam.

Proses pemadaman berlangsung cukup lama hingga pagi hari, dengan petugas berjibaku mencegah api meluas ke area lain.

Belum Ada Laporan Korban Jiwa

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar mengingat seluruh kios yang terdampak habis terbakar.

Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

Imbauan Waspada Kebakaran

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di kawasan padat dengan material bangunan mudah terbakar.

Pemerintah daerah dan petugas terkait juga diharapkan terus meningkatkan kesiapsiagaan guna meminimalisir risiko kebakaran serupa. (*)