Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
BIROKRASIPERISTIWA

Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun, Korban Meninggal Anjlok 28 Persen

45
×

Kecelakaan Mudik Lebaran 2026 Turun, Korban Meninggal Anjlok 28 Persen

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id Tren keselamatan transportasi selama periode mudik Lebaran 2026 menunjukkan perbaikan signifikan. PT Jasa Raharja melaporkan terjadi penurunan angka kecelakaan lalu lintas sepanjang masa Siaga Lebaran pada 13–22 Maret 2026.

Data yang dihimpun bersama Korlantas Polri mencatat total 2.119 kejadian kecelakaan, turun sekitar 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 2.179 kejadian.

Korban Meninggal Turun Signifikan

Penurunan juga terjadi pada jumlah korban kecelakaan. Tercatat sebanyak 3.597 korban pada 2026, menurun sekitar 2 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 3.684 orang.

Penurunan paling mencolok terjadi pada korban meninggal dunia, yakni 190 orang, atau turun drastis sekitar 28 persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 266 orang.

Sementara itu, jumlah korban luka-luka tercatat sebanyak 3.407 orang, relatif stabil dengan penurunan tipis sekitar 0,3 persen.

Rekayasa Lalu Lintas dan WFA Jadi Faktor Kunci

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengungkapkan bahwa tren positif ini dipengaruhi oleh berbagai kebijakan strategis pemerintah dan aparat.

“Penguatan manajemen rekayasa lalu lintas oleh Korlantas Polri, termasuk distribusi arus mudik yang lebih merata, sangat berpengaruh,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, kebijakan work from anywhere (WFA) yang diumumkan pemerintah sebelum musim mudik turut membantu mengurangi kepadatan dan penumpukan kendaraan.

Infrastruktur dan Fasilitas Makin Siap

Selain kebijakan, kesiapan infrastruktur juga menjadi faktor penting dalam menekan angka kecelakaan. Jalan tol dan jalan arteri dinilai semakin baik, ditunjang dengan fasilitas seperti rest area dan pos pelayanan terpadu.

Fasilitas tersebut membantu pengemudi untuk beristirahat dan mengurangi risiko kelelahan selama perjalanan jarak jauh.

“Ketersediaan fasilitas ini membantu mengurangi kelelahan pengemudi, sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan,” jelas Awaluddin.

Motor Masih Dominasi Kecelakaan

Meski angka kecelakaan menurun, kendaraan roda dua masih menjadi penyumbang terbesar dalam insiden lalu lintas selama periode mudik Lebaran.

Faktor kelelahan akibat kurang istirahat serta rendahnya kepatuhan terhadap jarak aman menjadi penyebab utama yang perlu mendapat perhatian serius.

Jasa Raharja juga mencatat adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam berkendara secara lebih tertib dan hati-hati, seiring dengan masifnya kampanye keselamatan transportasi.

“Kami melihat kesadaran masyarakat mulai meningkat untuk berkendara lebih aman,” tutup Awaluddin. (*)