JAKARTA | Sentrapos.co.id — Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta melakukan penggeledahan di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), dengan menyasar gedung Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Cipta Karya.
Penggeledahan yang berlangsung selama sekitar tujuh jam tersebut menyasar sejumlah ruangan strategis, termasuk ruang kerja pejabat tinggi hingga area pimpinan. Dari hasil operasi itu, penyidik membawa keluar sejumlah koper yang berisi dokumen penting dan perangkat elektronik.
“Ada beberapa item yang kami amankan, termasuk dokumen dan alat elektronik terkait kegiatan tahun 2023 hingga 2024,” ujar Kasipenkum Kejati DKI Jakarta, Dapot Dariarma, Jumat (10/4/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan kegiatan anggaran di lingkungan Kementerian PU pada periode 2023–2024.
Penyidik fokus mengumpulkan alat bukti guna mengungkap dugaan praktik korupsi yang diduga melibatkan proyek strategis di sektor infrastruktur.
Penggeledahan dilakukan untuk memperkuat pembuktian serta menelusuri aliran dokumen dan data elektronik yang berkaitan dengan perkara.
Dapot menegaskan bahwa seluruh barang bukti yang telah disita saat ini masih dalam tahap pendalaman oleh tim penyidik.
“Yang kita ambil dokumen-dokumen dan alat elektronik, semuanya akan didalami lebih lanjut,” tegasnya.
Hingga saat ini, Kejati DKI Jakarta belum mengungkap secara rinci pihak-pihak yang terlibat dalam kasus tersebut. Namun, penyidikan dipastikan terus berjalan untuk mengungkap dugaan korupsi secara menyeluruh.
Kasus ini menjadi sorotan publik mengingat sektor pekerjaan umum merupakan salah satu sektor strategis yang berkaitan langsung dengan pembangunan nasional dan penggunaan anggaran negara dalam jumlah besar.
Poin Utama Berita
- Kejati DKI Jakarta geledah kantor Kementerian PU
- Sasar Ditjen Sumber Daya Air dan Cipta Karya
- Penggeledahan berlangsung sekitar 7 jam
- Sejumlah koper berisi dokumen dan alat elektronik disita
- Terkait dugaan korupsi anggaran 2023–2024
- Penyidikan masih berlangsung dan terus didalami

















