Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAHPERISTIWA

Kemacetan Gilimanuk Menyusut ke 9 Km, ASDP Kerahkan 34 Kapal Sapu Jagat Angkut Pemudik

25
×

Kemacetan Gilimanuk Menyusut ke 9 Km, ASDP Kerahkan 34 Kapal Sapu Jagat Angkut Pemudik

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

BANYUWANGI | Sentrapos.co.id — Antrean panjang kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali, mulai terurai. Ekor kemacetan yang sebelumnya mencapai 31 kilometer kini menyusut menjadi sekitar 9 kilometer.

PT ASDP Indonesia Ferry terus mengoptimalkan pelayanan penyeberangan dengan mengerahkan puluhan kapal untuk mengangkut pemudik yang masih menumpuk di pelabuhan.

General Manager ASDP Ketapang, Arief Eko Kurniansjah, menyebut total 40 kapal telah disiapkan untuk melayani lintasan Ketapang–Gilimanuk dan sebaliknya.

“Dari 40 kapal, saat ini 34 kapal dioperasikan dengan skenario Tiba Bongkar Balik (TBB), sementara 6 kapal lainnya standby,” ujar Arief, Rabu (18/3/2026).

Skema Tiba Bongkar Balik (TBB) diterapkan guna mempercepat proses bongkar muat kendaraan dan memaksimalkan frekuensi penyeberangan.

Dari total kapal yang beroperasi, enam di antaranya merupakan kapal “sapu jagat” yang memiliki kapasitas besar dan telah dioperasikan sejak awal arus mudik. Selain itu, satu unit kapal tambahan dari Lembar juga dikerahkan untuk memperkuat armada.

“Kami berupaya semaksimal mungkin mengangkut seluruh pemudik, meskipun antrean masih berpotensi bertambah,” jelas Arief.

Menurutnya, potensi penambahan antrean masih terbuka mengingat masih banyak pemudik yang harus meninggalkan Bali, terutama menjelang Hari Raya Nyepi yang berdekatan dengan Idul Fitri.

Untuk mengurai kepadatan, seluruh dermaga di Pelabuhan Gilimanuk kini dioptimalkan menggunakan skema TBB, tidak hanya terbatas pada beberapa dermaga seperti sebelumnya.

“Skema TBB harus dijalankan secara tertib agar pengangkutan bisa optimal dan antrean cepat terurai,” tegasnya.

ASDP mengakui lonjakan ekstrem ini dipicu oleh berdekatan dua momentum besar, yakni Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, ditambah cuti bersama yang membuat mobilitas masyarakat meningkat signifikan.

“Ini kondisi ekstrem karena dua hari besar berdekatan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang bisa terangkut dengan aman,” pungkas Arief.

Meski kondisi mulai membaik, masyarakat tetap diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta mengikuti arahan petugas guna menghindari kepadatan berlebih di pelabuhan. (*)

Example 300250