Scroll untuk baca berita
Example 325x300
Example floating
Example floating
EKONOMI & BISNIS

Kemendikdasmen Gandeng KRIVET, AI Didorong Perkuat Pendidikan Vokasi dan Daya Saing Lulusan SMK

20
×

Kemendikdasmen Gandeng KRIVET, AI Didorong Perkuat Pendidikan Vokasi dan Daya Saing Lulusan SMK

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

JAKARTA | Sentrapos.co.id – Pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) diarahkan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat daya saing lulusan pendidikan vokasi di Indonesia. Upaya tersebut diperkuat melalui kolaborasi antara Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Korea Research Institute for Vocational Education and Training (KRIVET).

Kerja sama ini diwujudkan melalui Seminar Internasional bertajuk “The Integration of Artificial Intelligence (AI) in TVET and Future Strategies”. Forum tersebut menjadi wadah strategis untuk memperluas wawasan serta merumuskan arah penerapan AI agar pendidikan SMK semakin relevan dengan kebutuhan industri di era digital.

AI Jadi Kebutuhan Strategis Pendidikan Vokasi

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa integrasi AI dalam pendidikan dan pelatihan vokasi (Technical and Vocational Education and Training/TVET) bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis.

“Integrasi kecerdasan buatan dalam pendidikan vokasi sangat penting untuk memastikan lulusan tidak hanya siap kerja hari ini, tetapi juga mampu menghadapi tantangan ekonomi masa depan,” ujar Tatang di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Menurutnya, pemanfaatan AI berpotensi meningkatkan efektivitas proses pembelajaran, memperkuat akurasi asesmen kompetensi peserta didik, serta mendukung pemetaan kebutuhan keterampilan secara real-time. Dengan demikian, kurikulum SMK dapat terus selaras dengan dinamika industri nasional maupun global.

Dorong Transformasi Digital yang Inklusif

Tatang juga menekankan bahwa transformasi digital di sektor pendidikan vokasi harus berjalan secara inklusif dan merata. Pemanfaatan teknologi AI, kata dia, perlu dibarengi dengan penguatan etika, tanggung jawab, serta pemerataan akses teknologi di seluruh satuan pendidikan.

“Transformasi digital tidak boleh meninggalkan siapa pun. Pendidikan vokasi harus adaptif, inovatif, dan tetap menjunjung tinggi prinsip inklusivitas,” tegasnya.

KRIVET Soroti Peran Strategis SMK

Sementara itu, perwakilan KRIVET, Kim Young Saing, menyoroti peran strategis pendidikan vokasi di tengah perubahan besar yang dipicu oleh pesatnya perkembangan AI.

Ia menilai kecerdasan buatan telah mengubah berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, industri, hingga tatanan sosial masyarakat.

“Pendidikan tidak hanya soal gelar akademik, tetapi juga keterampilan, karakter, dan peran sosial. Sekolah perlu menyesuaikan kurikulum, termasuk mengadopsi AI agar sejalan dengan kebutuhan industri,” ujarnya.

Perkuat Kerja Sama Global Pendidikan Vokasi

Kim juga menilai kerja sama Indonesia–Korea di bidang pendidikan vokasi memiliki nilai strategis di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global. Sinergi lintas negara tersebut diharapkan mampu melahirkan sistem pendidikan vokasi yang adaptif, berkelanjutan, dan berdampak jangka panjang.

“Kolaborasi ini perlu terus diperkuat untuk menciptakan pendidikan vokasi yang relevan dengan masa depan dunia kerja,” pungkasnya. *