JAKARTA | Sentrapos.co.id – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkap temuan penting selama musim mudik Lebaran 2026. Sebanyak 252 pengemudi dinyatakan tidak laik berkendara setelah menjalani pemeriksaan kesehatan di berbagai titik layanan mudik.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menyampaikan bahwa penyebab utama pengemudi tidak layak berkendara didominasi oleh hipertensi dengan tekanan darah tinggi di atas ambang batas aman.
“Tidak laik berkendara 252 pengemudi. Penyebab terbanyak hipertensi di atas 170/110 mmHg sebanyak 153 orang,” ujar Aji dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (24/3/2026).
Ribuan Sopir Diperiksa, Ratusan Berisiko
Berdasarkan data kumulatif, pemeriksaan kesehatan telah dilakukan terhadap 4.371 pengemudi selama periode mudik. Hasilnya menunjukkan:
- 3.081 pengemudi dinyatakan laik berkendara
- 1.038 pengemudi laik dengan catatan
- 252 pengemudi tidak laik berkendara
Selain hipertensi, faktor lain yang menjadi penyebab ketidaklaikan berkendara meliputi kadar gula darah tinggi hingga indikasi konsumsi alkohol atau napza.
“Gula darah sewaktu di atas 300 mg/dL tercatat pada 51 orang, kombinasi hipertensi dan gula tinggi 18 orang, serta alkohol atau napza positif 30 orang,” jelasnya.
Temuan Harian: Masih Ada Sopir Berisiko
Dalam laporan harian per 23 Maret 2026, Kemenkes memeriksa 71 pengemudi. Dari jumlah tersebut:
- 53 pengemudi laik
- 15 pengemudi laik dengan catatan
- 3 pengemudi tidak laik
“Untuk temuan harian, dua pengemudi mengalami hipertensi tinggi dan satu terindikasi alkohol atau napza,” tambah Aji.
Pengawasan Diperketat di Terminal
Sementara itu, pengawasan dan layanan kesehatan juga diperketat di sejumlah terminal, termasuk Terminal Kampung Rambutan.
Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnaen, memastikan kesiapan fasilitas dan posko untuk mendukung kelancaran arus balik.
“Kami menyiapkan tiga posko pelayanan yang melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Pramuka, dan unsur lainnya untuk memberikan rasa aman kepada penumpang,” ujarnya.
Edukasi: Pentingnya Kesehatan Pengemudi
Kemenkes mengingatkan bahwa kondisi kesehatan pengemudi sangat menentukan keselamatan perjalanan, terutama saat arus mudik dan balik yang padat.
Pengemudi diimbau untuk rutin memeriksa kesehatan, menghindari konsumsi alkohol atau zat berbahaya, serta beristirahat cukup sebelum berkendara jarak jauh.
Langkah ini penting untuk menekan angka kecelakaan dan memastikan perjalanan mudik Lebaran berjalan aman dan selamat. (*)




















