Kementerian ESDM Salurkan 1.000 Genset ke 224 Desa Terdampak Bencana di Aceh
JAKARTA | Sentrapos.co.id - Posko Penanganan Bencana Aceh melaporkan Kementerian ESDM menyalurkan sebanyak 1.000 unit generator set (genset) berkapasitas 5.000 hingga 7.000 volt ampere (VA) ke 224 desa terdampak dan belum teraliri listrik di Aceh.
“Genset ini diprioritaskan untuk desa yang belum tersentuh listrik PLN dan lokasi pengungsian yang belum memiliki sumber listrik,” kata Juru Bicara Posko Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, di Banda Aceh, Selasa.
Murthala mengatakan, penyaluran genset tersebut difokuskan pada desa-desa yang akses listriknya terputus akibat bencana atau belum dapat dijangkau PLN akibat jalan menuju lokasi tertimbun longsor atau jembatan rusak.
Ia menjelaskan, titik penerima genset merupakan lokasi berkumpulnya pengungsi atau posko pengungsian yang belum mendapatkan pasokan listrik maupun bantuan genset sebelumnya.
Setiap unit genset itu, lanjut dia, dapat digunakan untuk melistriki posko pengungsian dan disalurkan hingga 10 rumah warga di sekitar tenda pengungsian.
Secara keseluruhan, bantuan genset tersebut menjangkau 224 desa yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Aceh, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Kota Langsa, Aceh Tengah, Bener Meriah, Pidie Jaya, Aceh Utara, Bireuen, Aceh Barat, dan Gayo Lues.
Selain 1.000 unit genset, Kementerian ESDM juga melengkapi bantuan dengan paket pendukung berupa 100 meter kabel NYM 2x2,5 mm, delapan buah kontak SNI, tujuh buah tusuk kontak SNI, stok BBM sebanyak 300 liter untuk kebutuhan 15 hari, serta dua buah isolasi.
Adapun rincian penyaluran genset di Aceh meliputi Aceh Tamiang sebanyak 56 genset kepada 14 desa, Aceh Timur 40 genset 10 desa, Kota Langsa 24 genset enam desa, Aceh Tengah 211 genset 50 desa, dan Bener Meriah 469 genset untuk 94 desa.
Selanjutnya, Pidie Jaya menerima empat genset untuk satu desa, Aceh Utara 16 genset empat desa, Bireuen delapan genset dua desa, Aceh Barat empat genset satu desa, serta Gayo Lues 168 genset yang disalurkan ke 42 desa.
"Semoga bantuan tersebut dapat mempercepat pemulihan layanan dasar bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya dalam memenuhi kebutuhan penerangan dan aktivitas di posko pengungsian," demikian Murthalamuddin.(*)