Kementerian PU Percepat Perbaikan Bendung Pante Lhong Bireuen Pasca Banjir Bandang - Sentra Pos

Kementerian PU Percepat Perbaikan Bendung Pante Lhong Bireuen Pasca Banjir Bandang

JAKARTA | Sentrapos.co.idKementerian Pekerjaan Umum mempercepat penanganan kerusakan Bendung Pante Lhong di Kabupaten Bireuen, Aceh, sebagai respons atas dampak banjir bandang yang terjadi pada akhir tahun 2025. Langkah ini ditempuh untuk segera memulihkan fungsi bendung sekaligus meminimalkan risiko banjir susulan yang berpotensi mengancam kawasan perkotaan di wilayah hilir.

Kerusakan Bendung Pante Lhong dinilai berdampak langsung terhadap sistem pengendalian aliran Sungai Peusangan serta keamanan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan penanganan infrastruktur sumber daya air sebagai prioritas utama dalam kondisi darurat pascabencana.

Menteri Pekerjaan Umum melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada Kamis, 1 Januari 2026, guna melihat kondisi terkini Bendung Pante Lhong dan alur Sungai Peusangan. Peninjauan lapangan ini dilakukan untuk memastikan langkah penanganan yang diambil benar-benar sesuai dengan tingkat kerusakan dan perubahan karakter sungai akibat banjir bandang.

Berdasarkan hasil peninjauan, Menteri PU menyampaikan bahwa Sungai Peusangan mengalami pelebaran alur yang sangat signifikan, bahkan mencapai beberapa kali lipat dibandingkan kondisi normal sebelumnya. Perubahan ekstrem tersebut berdampak besar terhadap kinerja bendung dan sistem pengendalian banjir secara keseluruhan.

“Perubahan sungai ini sangat fenomenal. Karena itu, penanganan Bendung Pante Lhong tidak bisa dilakukan secara biasa, tetapi memerlukan perencanaan teknis yang matang dan kemungkinan desain ulang agar fungsi bendung tetap optimal dalam jangka panjang,” ungkap Menteri PU.

Ia juga menegaskan adanya potensi banjir susulan apabila perbaikan sungai dan bendung tidak segera dilaksanakan. Tanpa penanganan yang tepat, Kota Bireuen dinilai berisiko mengalami genangan luas akibat ketidakmampuan sungai dan bendung menampung debit air saat curah hujan tinggi.

“Kalau ini tidak segera ditangani, maka ancaman banjir ke wilayah perkotaan Bireuen sangat besar. Ini tentu berbahaya bagi keselamatan masyarakat dan dapat mengganggu aktivitas sosial serta ekonomi,” tegasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU juga telah melakukan peninjauan awal ke Bendung Pante Lhong bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I. Peninjauan tersebut menjadi bagian dari asesmen teknis awal untuk memetakan tingkat kerusakan serta kebutuhan penanganan darurat maupun jangka menengah.

Hasil asesmen ini selanjutnya menjadi dasar koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat proses perbaikan. Pemerintah berharap, melalui langkah terukur dan penanganan yang cepat, fungsi Bendung Pante Lhong dapat segera pulih dan ketahanan wilayah Bireuen terhadap ancaman banjir ke depan semakin kuat.